invisible hit counter
Pintermezzo

8 Film Indonesia Pertama yang Dibuat di Tanah Air

Guys, kamu penggemar film? Film apa yang kamu suka? Indonesia atau Barat? Hmm.. Mungkin masih dari kamu yang lebih suka nonton film luar daripada film Indonesia.

Hayo.. Ngaku!

Yah, meski udah banyak film buatan bangsa yang dibuat sendiri, sebagian masih lebih suka film luar negeri. Apalagi film semacam Avengers itu lho! Wah, kamu rela antri atau booking terlebih dahulu buat nonton.

Istilah kerennya sih, film Indonesia belum bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri. Hmm.. Kenapa ya?

Tapi guys, kali ini kamu nggak akan diajak ngebahas yang berat-berat semacam itu kok. Kamu nggak akan kuat… Yang kuat cuma Dilan, he he

Topik kali ini seputar film pertama yang dibuat di Indonesia.

Dibuat di Indonesia lho! Bukan berarti film Indonesia. Diproduksinya dari Indonesia.

Loetoeng Kasaroeng, Film Indonesia Pertama yang Dibuat di Indonesia

film indonesia pertama
image : kincir.com

Loetoeng Kasaroeng, ditulis dalam ejaan sekarang Lutung Kasarung dibuat tahun 1926. Tahu dong tahun itu? Yes, Indonesia masih dijajah oleh Belanda.

Lutung Kasarung (biar kamu mudah bacanya, ditulis begini aja ya!), sebenarnya merupakan kisah atau legenda Indonesia yang dibuat oleh orang Belanda saat itu.

Berarti Lutung Kasarung yang berkisah tentang monyet yang berubah menjadi pangeran ini termasuk film Indonesia nggak ya? Entahlah..

Yang pasti film ini merupakan film komersial pertama di tanah Indonesia.

Eulis Atjih, Film Melodrama Keluarga

Setelah sukses dengan film Lutung Kasarung banyak orang tertarik dengan dunia ini.

Tahun 1927, diproduksi film bisu bertema melo drama keluarga. Berkisah tentang Eulis, seorang wanita yang tegar menjalani kehidupan setelah ditinggal suaminya berfoya-foya dengan wanita lain. Di akhir film, Eulis masih mau menerima kembali suaminya yang jatuh miskin.

Kalau dipikir-pikir film ini klise banget ya ceritanya?

Film Tionghoa Lily Van Java

image : kincir.com

Kalau film sebelumnya dibuat oleh orang-Belanda, Lily Van Java menjadi film buatan Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia, tepatnya tahun 1928.

Film ini berkisah tentang seorang gadis yang dijodohkan oleh orang tuanya, meski sebenarnya sudah mempunyai pilihan hati sendiri.

Film awalnya diproduksi olehThe South Sea Film, Len H. Ross. Namun, dalam pembuatannya produksi diserahkan pada Nelson Wong dan David Wong yang kemudian membuat rumah produksi Halimoen Film.

Film Resia Boroboedoer yang Diproduksi Tahun 1928

Setelah Halimoen Film, muncul banyak produser film asal Cina. Mungkin karena masa itu, masyarakat Cina sudah mulai berdagang dan menetap di Indonesia ya?

Diproduksi oleh Nancing Film dan dibintangi Olive Young, Film Resia Boroboedoer, atau Rahasia Borobudur bercerita tentang Ypung Rei Fen. Seorang pemuda yang mendapatkan buku rahasia dari ayahnya.

Dalam buku tersebut dikisahkan ada harta karun di Candi Borobudur yang berupa guci abu Sang Budha Gautama.

Film Serangan Berloemoer Darah

image : kincir.com

Film yang jika ditulis dengan ejaan kini menjadi Serangan Berlumur Darah dketahui diproduksi tahun 1928. Selebihnya tidak banyak diceritakan kisah maupun bintang dalam film.

Film Njai Dasima I yang Terkenal

Njai Dasima dibuat film Indonesia berdasarkan novel G.Francis tahun 1896.

Dalam film dikisahkan Njai Dasima, perempuan asal Kuripan Bogor yang cantik jelita menjadi simpanan bangsawan asal Inggris di Tangerang Betawi yang bernama Edward William.

Kecantikan Njai Dasima membuat Samiun yang sudah beristeri terpikat.

Samiun meminta Mak Bujung untuk membujuk Njai Dasima untuk menerima cintanya.

Di akhir cerita, Njai Dasima meninggalkan Edward William dan menikah dengan Samiun. Ternyata sebagai isteri mudah Samiun, hidupnya justru disia-siakan.

Film Rampok Preanger

image : kincir.com

Film ini memperkenalkan bintang yang bernama Ibu Ining, penyanyi keroncong ternama di Radio Bandung.

Tidak banyak kisah tentang film ini. Yang pasti Ibu Ining sempat bermain film yang diproduksi oleh Halimoen Film sebanyak 3 kali.

Film Si Tjonat

Film Si Tjonat diproduksi tahun 1929 mengisahkan Si Tjonat yang dimainkan Lie A Tjip.

Tjonat melarikan diri ke Batavia setalah melakukan pembunuhan di daerah asalnya. Di sini Tjonat menjadi jongos (bahasanya kasar banget ya?) atau pembantu di rumah orang Belanda. Namun, Tjonat berhianat da menggerogoti harta majikannya sampai akhirnya dia menjadi perampok.

Kisah berakhir ketika Tjonat jatuh cinta pada Lie Gouw Nio dan ditolak. Tjonat yang merasa patah hati membawa lari Lie. Namun, Lie dapat diselamatkan oleh seorang pemuda bernama Thio Sing Sang yang diperankan Herman Sim.

Banyak juga ya, film yang dibuat di Indonesia. Meski kalau dilihat sebagian besar mengisahkan tentang etnis Cina.

Tapi guys, semoga pengetahuan tentang film Indonesia kali ini dapat membuat kamu lebih cinta terhadapnya. Iya nggak?

Buat kamu yang suka dan pingin banget bekerja di bidang ini, semoga ini menjadi inspirasi untuk terus berkarya!

Rafiah

Penulis dan penikmat musik indie. Menganggap menulis sebagai self healing.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed