invisible hit counter
Pintermezzo

Bahan Kimia dalam Makanan, Berbahaya Semua?

Bahan kimia, sebenarnya erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Semua yang ada di dunia, terdiri dari bahan tersebut.

Hanya saja kamu mungkin lebih sering mengidentifikasikan sesuatu yang ada kata kimianya adalah sintetis. Padahal dalam ilmu kimia, ada bahan unsur, molekul, dan senyawa alami.

Tau nggak kamu, kalau tubuh kamu saja sebagian besar terdiri dari senyawa karbon. Senyawa yang menjadi penyusun sebagian besar makhluk hidup selain manusia dan alam semesta. Bahkan, asal usul planet dan tata surya diyakini berasal dari kumpulan senyawa ini.

Artinya, kamu dan semua yang ada di alam nggak mungkin ada tanpa bahan kimia.

Dalam tubuh manusia, senyawa kimia membantu semua organ tubuh berfungsi sebagaimana mestinya.

Pengertian Bahan Kimia

bahan kimia dalam makanan
image : freepik.com

Sebenarnya secara sederhana pengertian kimia sudah disinggung sedikit di atas.

Bahan kimia ini adalah suatu bentuk zat yang mempunyai ukuran atau komposisi dan sifat yang tetap. Bahan ini tidak dapat dipisahkan dengan cara biasa, bisa berupa zat alami dan buatan.

Campuran kopi yang dengan mudah dipisahkan ketika dingin dan kopinya mengendap bukan termasuk zat kimia.

Tapi, justru airnya adalah zat kimia? Kok bisa?

Ya, unsur atau molekul kimia yang sudah membentuk senyawa seperti air kelihatan sebagai satu kesatuan.

Air terdiri molekul hidrogen dan oksigen.

Garam juga senyawa kimia lho! Garam dibentuk oleh dua unsur, Natrium dan Klorida. Awalnya kedua unsur nggak asin, tapi ketika digabungkan berubah menjadi asin.

Mineral natrium dan klorida di bawah oleh air sungai dan bercampur di lautan membentuk garam.

Nah, mulai paham kan kenapa dikatakan senyawa kimia ada di mana-mana dan sangat berhubungan erat dengan kehidupan kita? Yes guys, karena hampir semua materi yang kita lihat mengandung zat kimia, khususnya dalam makanan.

Apa itu Bahan Tambahan Pangan?

image : freepik.com

Pada awalnya, semua zat kimia alami. Disediakan oleh alam untuk semua kebutuhan manusia. Ya, seperti air tadi? Sudah ada dan diciptakan oleh alam? Iya kan guys?

Namun, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan teknologi, kebutuhan juga meningkat. Manusia mencari yang tidak disediakan oleh alam. Mencari yang lebih mudah dan bagus menurut mereka.

Contohnya adalah bahan kimia yang ada dalam makanan.

Makanan disediakan oleh alam dan kamu tinggal mencari, mengumpulkan, dan mengolah. Ketika manusia bertambah, manusia kemudian mengenal peternakan dan pertanian yang dapat menghasilkan apa yang dibutuhkannya.

Kebutuhan tidak berhenti di situ. Akhirnya manusia mencari bagaimana agar makanan lebih awet, lebih menarik, dan lebih lezat ketika diolah. Akhirnya, kamu kenal bahan tambahan pangan atau makanan, yang berupa pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemanis, pengental, dan sebagainya.

Bahan tambahan pangan (BTP) tersebut awalnya alami.

Yah, karena sifat manusia yang nggak pernah puas dibuatlah bahan kimia sintetik.

Pewarna alami kuning kelihatan kurang menarik, dibuat bahan sintetik yang menghasilkan warna lebih variatif.

Garam sebagai penyedap rasa dan pengawet dirasakan masih kurang. Dianggap mahal untuk bikin makanan yang banyak alias industri. Dibuatlah pengawet sintetik, dan seterusnya.

Berbahayakah Bahan Kimia dalam Makanan?

image : freepik.com

Kalau bahan kimia dalam makanan yang alami tentu saja nggak berbahaya. Wong, dari alam. Pastinya nggak mencelakakan manusia dong!

Bahan sintetik juga nggak berbahaya lho! Wah, bukannya kamu sering dengar ini berbahaya?

Nggak berbahaya asal digunakan sesuai aturan. Nggak melebihi batas yang ditetapkan.

Masalahnya, menurut Hanny Widjaya, Guru Besar Institut Pertanian Bogor, banyak orang yang menggunakannya berlebihan.

MSG atau micin sebagai penyedap rasa, misalnya. Kalau batas penggunaannya wajar, nggak akan membahayakan kesehatan. Tapi bayangkan kalau kamu mengonsumsi makanan yang banyak kandung micinnya tiap hari?

Wah, kamu bisa jadi anak micin!

Selain itu, demi keuntungan pribadi banyak orang menggunakan bahan kimia bukan untuk makanan.

Boraks yang sebenarnya senyawa kimia untuk kain digunakan untuk pengawet bakso dan tahu. Boraks digunakan karena harganya lebih murah.

Ih.. Serem kan? Bahan kimia yang seperti itu kalau kamu makan!

Makanya kamu harus hati-hati.

Perhatikan makanan instan dan jajanan kamu. Biasanya BTP berbahaya terdapat dalam jenis makanan tersebut.

Salam sehat!

Nayla Firdaus

Penulis dan blogger. Ibu dari 2 orang putra. Menyukai dunia kepenulisan baik fiksi maupun non fiksi.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed