invisible hit counter
Pintermezzo

Bangunan dan Jalan dari Limbah Plastik, Bisakah?

Sampah atau limbah plastik merupakan masalah yang tidak pernah selesai sampai saat ini. Bahan yang mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari ini ternyata memerlukan waktu yang lama untuk terurai atau melebur dengan tanah.

Bayangkan kalau setiap hari sampah plastik yang dibuang cukup banyak. Jangan-jangan nantinya Bumi seluruhnya tertimbun plastik. Kamu mau tinggal di mana ya?

Oleh karena itu, kampanye mengurangi limbah plastik banyak didengung-dengungkan. Apalagi saat memperingati Hari Bumi, seruan semakin keras terdengar.

Cara Mengurangi Limbah Plastik

limbah plastik
image : freepik.com

Pengurangan limbah jenis ini dilakukan dengan berbagai cara, seperti daur ulang dan mengurangi penggunaannya. Waduh, maksudnya bagaimana ya?

Cara pertama mengurangi limbah plastik adalah dengan mendaur ulang. Misalnya, sampah plastik saat ini banyak digunakan dan menjadi tas, dompet, tempat tisu, dan sebagainya. Sebutan keren untuk daur ulang adalah recycle.

Cara selanjutnya adalah dengan tidak banyak menggunakan bahan plastik. Jika kamu berbelanja, bawalah tas sendiri. Terus, biasakan membawa tempat dan minum dari rumah untuk berbagai keperluan.

Kamu yang terbiasa meminum air mineral dapat menyiasati dengan kembali ke alam. Masaklah air dari mata air di rumah atau masukkan air mineral ke dalam kemasan isi ulang. Peralatan makan dan minum, seperti sumpit, sendok, dan garpu kini banyak dibuat dengan produk yang lebih ramah lingkungan dan digunakan berulang-ulang.

Itu sebagian cara mengurangi limbah plastik yang sering didengar. Bahkan, tempat rekreasi banyak yang sudah mengatur bahwa air mineral dan kemasannya tidak dapat dibawa ke dalam arena.

Tahukah kamu kalau plastik dapat dijadikan bahan bangunan dan jalan? Masa sih. Kenyataannya bisa kok!

Membuat Bangunan dari Limbah Plastik

image : freepik.com

Bisa membangun rumah dari plastik bekas yang sudah dibuang orang lain?

Ternyata, ada lho yang sudah membuktikannya! Robert Bezello dari Kanada membangun Plastic Botol Village atau Desa Botol Plastik, di Bocas del Toro, Panama, Amerika Tengah.

Setelah berlangsung beberapa tahun, Robert Bozello berhasil membuktikan. Banyak bangunan indah dari botol plastik di desanya.

Emang kuat bangunan dari botol plastik? Kuat dong, kan bahan dasar dan minimal setengah dari desain ruangan, bagian luarnya diberi lapisan semen.

Dilandasi niat untuk mengurangi sampah plastik yang beredar, di desa Robert bahkan terdapat istana dari plastik.

Bahan plastik yang ringan untuk dijadikan bangunan punya manfaat tambahan lho! Di sini bahan plastik membuat warna rumah lebih alami. Sementara keringanan botol plastik dapat bermanfaat digunakan sebagai perlindungan dari bencana alam, khususnya gempa bumi.

Kamu pasti paham, gempa membuat bumi bergoyang dan bangunan runtuh. Nah, saat gempa dan bencana alam lain datang, maka reruntuhan dari plastik pastinya nggak sakit dong!

Membuat Jalan dari Limbah Plastik

image : freepik.com

Rajagopalan Vasudevan dari India menjadi orang yang pertama menemukan kegunaan limbah plastik untuk pembangunan jalan.

Rajagopalan telah meneliti plastik dalam bentuk cair mempunyai daya pengikat yang baik terhadap komponen pembuatan jalan. Sama halnya dengan aspal.

Atas dorongan dan dukungan dari ilmuwan yang pernah menjadi Presiden India, Rajagopalan memberanikan diri untuk membuat aspal berbahan plastik pada jalan sekitar kampus tahun 2002.

Berkat keberhasilannya membangun jalan dari plastik yang tidak digunakan lagi, Rajagovalen mendapat penghargaan Padma Shri.

Meski harga pembuatan aspal plastik tergolong sama dengan aspal biasa, aspal plastik lebih tahan lama.

4 tahun setelah 2002, Rajagopalan mendapatkan hak paten atas penemuannya.

Banyak Negara Membuat Aspal Limbah Plastik

image : freepik.com

Setelah penemuannya dipatenkan, prinsip kerja senyawa plastik menurut Rajagopalan sangat banyak digunakan negara lain.

Plastik terlebih dahulu dipanaskan hingga cair. Setelah cair, bahan dicampur dengan bahan dasar pembuatan aspal lain.

Belanda menjadi negara pertama yang menerapkan prinsip kerja aspal dengan plastik. Dengan bahan plastik, Belanda membangun 30 meter jalur sepeda di PlasticRoad, Zwolle, Belanda.

Di Inggris terdapat satu ruas jalan di Cumbria yang sering dilalui kendaraan alat berat. Akibatnya jalan cepat rusak. Untuk mengatasinya, pemerintah Inggris mengaspal plastik jalan setiap 6 bulan sekali dengan lapisan baru.

Bahkan, Indonesia juga punya lho jalan yang terbuat dari plastik. Sebesar 6.372 meter persegi lahan di area PT Chandra Asia Petrochemical Tbk dibuat dari campuran aspal plastik. Rencananya akan dibangun banyak jalan seperti di area industri tersebut di seluruh Indonesia.

Apa kesimpulanmu kali ini, guys? Meski sedikit, ayo peduli lingkungan. Tentunya kamu nggak mau kan, generasimu 20 sampai 50 tahun yang akan datang hidup berdampingan dengan sampah plastik yang semakin banyak?

Caranya mudah, mengurangi penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari. Mulailah dari diri kamu sendiri dan untuk diri sendiri. Tidak perlu menasehati orang lain. Teman yang berada di dekatmu dan merasakan manfaat, otomatis akan melakukan hal yang sama denganmu tanpa diminta.

Rafiah

Penulis dan penikmat musik indie. Menganggap menulis sebagai self healing.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed