invisible hit counter
Pintermezzo

Deadliner Ini yang Terjadi Pada Tubuhmu!

Apa pekerjaanmu saat ini? Mahasiswa atau pegawai kantor? Apapun profesi kamu, mungkin pernah atau sering menjadi Deadliner. Hmmm..

Itu lho, seorang yang sering banget menunda-nunda pekerjaan!

Liat schedule, masih lama waktu pengumpulan. Liat jam, masih ada waktu untuk mengerjakan yang lain, dan seterusnnya..

Eh, giliran waktunya mau dikumpulkan atau mau diperiksa, dikebut deh! Selesai dalam satu malam.

Mahasiswa sering menyebut pekerjaan yang mepet ini sebagai SKS atau sistem kebut semalam!

Hayo ngaku, kamu pernah nggak seperti itu?

Deadliner Merasa Lebih Kreatif

deadliner lebih kreatif
image : dictio.id

Mahasiswa sering banget jadi deadliner.

Tugas yang harusnya udah dicicil dari sebulan lalu, baru dikerjakan sehari sebelum dikumpulkan.

Begitu pula saat ujian tiba.

Katanya, kalau belajar jauh-jauh hari keburu lupa!

Padahal materi yang banyak, mungkin nggak sih terserap otak hanya dalam waktu satu malam?

Kebiasaan saat mahasiswa terbawa sampai ketika bekerja dan jadi karyawan.

Tugas dari bos sejak minggu lalu, baru dikejar saat bos menanyakan.

Profesi penulis mungkin bisa disebut sebagai profesi yang sering menjadikan seseorang menjadi deadliner! Bahkan, di profesi ini dikenal jam Cinderella. Kalau jam belum berdentang 12 kali di tengah malam berarti waktu masih tersisa banyak. Hiks!

Semua alasan di atas, intinya sama.

Kreativitas akan muncul saat kepepet! Bener nggak sih?

Hi… Menurut studi yang dilakukan peneliti Havard Business School, best performance atau penampilan dan hasil terbaik memang sering muncul saat seseorang di bawah tekanan.

Waktu penyelesaian tugas termasuk tekanan.

Wah, kamu termasuk begitu nggak? Lebih kreatif saat deadline sudah dekat.

Saat Deadline Seorang Lebih Fokus Bekerja

image : medium.com

Selain otak lebih kreatif, saat waktu tenggang habis kamu akan lebih fokus bekerja!

Khawatir kalau terlambat mengumpulkan tugas ditegur dosen, khawatir bila artikel belum selesai klien nggak puas, dan sebagainya.

Akhirnya, di jam-jam terakhir kamu merasa lebih fokus.

Saking fokusnya, Deadliner seringkali lupa makan, lupa minum, lupa tidur, dan nggak peduli dengan sekelilingnya.

Hal yang sekali lagi dibenarkan oleh Richard Bayatzis, peneliti dari Havard Business School.

Deadliner Sukses Memicu Adrenalin Tubuhnya

image : entrepreneurcamp.id

Mengapa ketika deadline seseorang lebih fokus?

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Richard di atas, seorang deadliner sukses memicu adrenalin tubuhnya.

Adrenalin yang dihasilkan otak merupakan sumber kafein alami dalam tubuh.

Eh, baru tau dong kalau di tubuh ada kafein alami? Nggak perlu minum kopi untuk mendapatkannya.

Nah, kafein alami ini kemudian menghasilkan kortisol, zat dalam tubuh yang memicu percepatan kerja tubuh.

Otak berpikir lebih cepat. Tangan mengetik lebih cepat. Semua organ tubuh saling berkesinambungan mengerjakan sesuatu lebih cepat dari biasa.

Jangan Senang Dulu Sebelum Baca Ini!

image : majalahkartini.co.id

He-he… Jangan dulu merasa aman.

Menganggap jadi deadliner sangat bagus dan membantu hidup kamu.

Ternyata menurut hasil penelitian tersebut, produksi adrenalin dapat memicu penyakit diabetes.

Coba perhatikan apa yang kamu lakukan saat waktu mengerjakan tugas sudah mepet?

Kamu makan banyak karbohidrat dan konsumsi gula sebagai camilan. Alasan kamu karena nggak sempat makan.

Ya ampun! Belum lagi ditambah dengan perilaku kamu yang lupa makan dan lupa tidur. Pencernaan tubuh dan organ lain bisa rusak sistemnya.

Sistem kamu paksa untuk bekerja tidak normal.

Deadliner Mengalami Penurunan Fungsi Otak

image : cermati.com

Ih, kok tambah serem sih?

Yes, penelitian juga menyebutkan bahwa kekhawatiran yang membuat kamu tertekan dan memicu kreativitas akan memicu amigdale, otak yang memicu rasa takut secara berlebihan.

Jika amigdale terus digunakan dalam waktu sering, maka kreativitas bukan meningkat. Yang terjadi sebaliknya. Kreativitas, mobilitas, dan memori terus menurun.

Kamu yang sering menjadi Deadliner, mau seperti itu?

Kreatif sesaat tapi dibalas dengan penurunan memori otak?

Bukan menakut-nakuti lho! Kan berdasarkan penelitian yang akurat! Bikin kamu lebih waspada aja! Mengingatkan!

Masih muda.. Hmmm.. Sudah mengalami berbagai penyakit degenerative atau penyakit yang bersumber dari pola makan yang salah.

Nggak ada yang mau pastinya!

Tapi kamu nggak malas dan menunda-nunda kok! Kamu jadi deadliner karena punya kegiatan segudang. Hampir nggak ada waktu menyelesaikannya.

Beneran?

Coba deh, kamu perhatiin waktu kamu.

Pisahkan mana pekerjaan dan kegiatan yang penting, setengah penting, dan nggak penting.

Guys, kamu pasti bisa! Yuk coba mengurangi kegiatan jadi deadliner!

Nani Herawati

Owner sebuah bimbingan belajar, penulis dan ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah menulis beberapa buku pelajaran sekolah dan buku antologi. Saat ini aktif sebagai ghostwriter di beberapa media online dan lebih meminati dunia pendidikan anak.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed