invisible hit counter
Pintermezzo

Fast Food Pasti Junk Food?

Apa yang kamu pikirkan saat membaca judul artikel kali ini? Fast food yang terbayang adalah semua makanan hangat mengggugah selera yang siap dimakan, seperti hamburger, hotdog, ayam tepung atau kentucky, pizza, dan sebagainya.

Kebanyakan dari kamu suka banget dengan jenis makanan ini. Iya kan? Hayo jangan mengelak deh! Apalagi waktu kamu masih kecil. Ayam tepung jadi makanan favorit.

Jangan-jangan kamu termasuk yang sering mogok makan kalau nggak ada menu satu ini? He-he…

Meski demikian, kamu juga tau banget kalau fast food adalah sekaligus junk food. Ho ho.. Banyak media massa yang mengatakan seperti itu, bukan?

Tapi, bener nggak sih begitu?

Mau tau atau mau tau banget? Beneran?

Kalau gitu, kamu harus tau sejarahnya nih! Jangan khawatir, yang dimaksud sejarah di sini nggak kayak kamu belajar di sekolah kok!

Ketahui Dulu Yuk, Apa Itu Fast Food?

fast food
image : haberturk.com

Fast food sesuai penyebutannya berarti makanan yang cepat saji dan hangat. Alias masaknya nggak pake lama!

Itu yang seharusnya.

Kenyatannya?

Makanan yang kamu beli di restoran cepat saji nggak begitu.

Bukan berarti baru dimasak saat kamu pesan.

Proses pemasakan dan alat-alatnya yang bikin makanan selalu hangat.

Selain proses pemasakan, saat kamu memakannya juga nggak pake ribet. Nggak perlu piring dan sendok.

Kamu tinggal buka bungkusnya dan makan. Sambil menyetir aja kamu bisa sambil makan burger.

Terus, Apa Dong yang Dimaksud Junk Food?

junk food
image : foodnavigator-asia.com

Sama dengan makanan cepat saji, dari katanya saja junk food berarti makanan sampah alias nggak berguna dalam tubuh.

Makanan yang seperti ini umumnya bernutrisi atau bergizi rendah. Sedikit serat dan banyak karbohidrat. Akibatnya, kamu akan merasa cepat kenyang tapi kebutuhan tubuh nggak semua terpenuhi.

Fast Food Sudah Ada Sejak Zaman Romawi Kuno

image : bp-guide.id

Peradaban atau budaya orang Romawi Kuno, ternyata sudah cukup maju.

Sebagian besar masyarakatnya sudah tinggal di kota dengan rumah tinggi tanpa dapur.

Mungkin kalau sekarang, rumah demikian mirip apartemen ya?

Pedagang makanan saat itu cukup jeli. Sesuai kebutuhan, akhirnya banyak penjual di pinggir jalan dan restoran yang menawarkan makanan cepat saji.

Makanan yang ditawarkan bukan fast food seperti sekarang lho! Mereka menyajikan sayuran yang sudah masak.

Fast Food di Negara Eropa

image : qsrmagazine.com

Seiring dengan kemajuan teknologi dan kesibukan masyarakat, makanan cepat saji semakin diminati.

Sekitar abad pertengahan alias Tahun 1500-an di Kota London dan Paris, restoran yang menyajikan makanan jenis ini berkembang pesat.

Fast Food Menjadi Junk Food

image : businessinsider.com

Menurut Andrew F. Sin, perubahan fast food menjadi junk food terjadi sekitar tahun 1820-an.

Sekitar tahun itu teknologi industri di segala bidang berkembang pesat.

Tepung putih atau tepung gandum mulai dikenal menggantikan jenis tepung lain yang pernah dibuat karena harganya jauh lebih murah.

Dari penemuan ini, kemudian orang membuat burger, kue, dan lain-lain. Makanan yang lezat, bergizi rendah tetapi karbohidrat tinggi.

Makanan berkabohdirat tinggi ini sering disebut sebagai penyebab berbagai penyakit, seperti jantung, stroke, diabetes, dan sebagainya.

Perkembangan fast food menjadi junk food bertambah saat Max Sielaf, di Berlin pada tahun 1896 menemukan mesin penjual otomatis. Mesin ini dapat menyajikan makanan dan minuman dengan lebih cepat dalam jumlah banyak.

Berdirinya Resto Fast Food di Dunia

image : thedailymeal.com

Bagaimana pun, ditemukannya makanan cepat saji yang murah menguntungkan kaum urban, orang-orang yang datang ke kota untuk bekerja.

Pada tahun 1916, berdirilah resto hot dog yang pertama di Kota New York.

Lima tahun kemudian, sebuah resto pertama di dunia berdiri. Nama resto tersebut, While Castle dan berada di Kansas, Amerika Serikat.

Selanjutnya, resto fast food berdiri di banyak belahan dunia tanpa bisa dibendung (kayak air ya, dibendung).

Tahun 1920, berdiri pertama kali konsep resto drive thru, di mana kamu dapat memesan makanan tanpa perlu masuk ke dalam. Bahkan, kamu bisa tetap berada di dalam mobil.

Itulah guys, uraian singkat sejarah fast food.

Pertama kali didirikan restoran fast food atau makanan cepat saji mengacu kepada penyediaan makanan masak. Siap disantap.

Namun, setelah ditemukannya tepung gandum, fast food berubah menjadi junk dood. Banyak makanan yang dibuat dari tepung ini dan sekarang dikenal sebagai makanan cepat saji merupakan makanan yang nggak berguna bagi tubuh.

So, kamu masih mau makan fast food setiap hari?

Rafiah

Penulis dan penikmat musik indie. Menganggap menulis sebagai self healing.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed