invisible hit counter
Pintermezzo
dunia gelap gulita

Gara-Gara Indonesia Dunia Gelap Gulita

Baca judul artikel kali ini apa yang kamu bayangkan? Dunia gelap gulita karena Indonesia. Gelap dalam arti sesungguhnya, dipayungi awan gelap bertahun-tahun dan gelap dalam arti lain. Di mana seluruh dunia mengalami kesulitan ekonomi, kemusnahan, dan sebagainya.

Ih, Serem! Apa maksudnya sih? Kok bisa?

Bisa, dengan meletusnya tiga gunung api beberapa ratus tahun lalu. Yes, 10 dari letusan gunung api terdahsyat di dunia berasal dari Indonesia.

Dunia Gelap Gulita Saat Letusan Gunung Toba

dunia gelap gulita gara-gara gunung indonesia
image : pixabay.com

Kamu kenal dengan Danau Toba? Danau ini terbentuk dari kaldera gunung berapi dan di Indonesia cekungan air di daratan ini yang terbesar.

Danau Toba yang indah ternyata menyimpan misteri yang luar biasa. Danau ini terbentuk setelah terjadi letusan Gunung Toba. Gunung yang sering disebut juga sebagai danau purba karena kala itu hidup manusia zaman purba.

Gunung Purba meletus sekitar 74.000 tahun yang lalu. Wah udah lama banget ya?

Namun, jangan salah! Meski sudah lama, letusannya dikenang sepanjang masa. Gunung Toba salah satu Super Volcano Dunia yang meletus maha dahsyat.

Akibat letusannya, seluruh dunia gelap gulita dalam arti sesungguhnya. Gelap selama beberapa tahun karena langit tertutup awan mendung. Tuh benar kan?

Dunia diliputi musim dingin vulkanis selama bertahun-tahun dan hampir seluruh kehidupan manusia purba zaman itu musnah. Letusan yang tidak hanya dirasakan wilayah sekitarnya saja tetapi sampai Kutub Utara. Letusannya juga pernah memusnahkan kehidupan Atlantis.

Letusan Gunung Tambora Kembali Membuat Dunia Gelap Gulita

image : pixabay.com

Manusia modern hampir tidak pernah mengenal letusan dahsyat lagi sejak Gunung Toba zaman purba.

Indonesia di tahun 1815 sedang mengalami masa penjajahan dikuasai oleh Thomas Stamford Raffles sebagai Gubernur Jenderal Inggris.

Gunung Tambora di Sumbawa meletus di tahun itu, tepatnya tanggal 10 April. Letusan yang membawa banyak perubahan.

Sama dengan letusan Gunung Toba, letusan Tambora membuat iklim global berubah. Kembali dunia gelap gulita.

Letusan Gunung Tambora yang suaranya terdengar hingga Pulau Sumatera membuat hujan lebat hampir tanpa henti di seluruh dunia.

Tidak hanya 3 kerajaan yang berada di Pulau Sumbawa saja yang musnah seluruhnya. Seluruh dunia mengalami kesulitan. Musim semi di Eropa hilang digantikan hujan badai. Dunia selama setahun tanpa panas.

Gagal panen, kelaparan, dan berbagai jenis penyakit melanda seluruh dunia. Sungguh dunia gelap gulita dalam arti yang berbeda. Membayangkan kejadiannya saja sudah membuat merinding, apalagi jika kamu sudah hidup saat itu.

Bahkan, Jendral Perancis terkenal, Napoleon Bonaparte mengalami kekalahan dan kehancuran di tahun 1816 karena tentaranya tidak mampu menghadapi keganasan cuaca. Setiap hari terjadi hujan badai sangat lebat dan suhu sangat dingin.

Gunung Krakatau Membuat Dunia Gelap Gulita Lebih Seratus Tahun Lalu

image : pixabay.com

Getaran pertama Gunung Krakatau sudah dirasakan sejak 20 Mei 1883. Peneliti hanya mengamati dari kejauhan dan belum meningkatkan kewaspadaaan. Bahkan, sampai 11 Agustus 1883, seorang Angkatan Darat Belanda, masih menggambarkan bentuk anak gunung Krakatau, namanya Kapten Feerzenar.

Namun, baik pribumi maupun orang Belanda merasa bahwa tinggal di Hindia Belanda (sebutan Indonesia belum merdeka) memang sudah demikian. Gempa bumi kecil dan letusan gunung berapi menjadi hal yang lumrah. Posisi geografis Hindia Belanda memang memungkinkan terjadinya banyak bencana alam.

Siapa sangka, Gunung Krakatau meletus 2 minggu kemudian. Letusan pertama yang sangat dahsyat terjadi 26 Agustus 1883. Bukan menurun, keesokan paginya, 27 Agustus terjadi letusan yang lebih dahsyat dari yang pertama.

Letusan tersebut meluluhlantakkan seluruh pesisir Banten dan Lampung. Puluhan ribu korban jiwa masa itu tidak selamat dari hujan batu dan tsunami yang menyusul letusan gunung.

Bahkan, tsunami dikabarkan terjadi hingga pantai-pantai di Afrika Selatan yang ribuan kilometer jauhnya.

Letusan yang dahsyat dan hanya bisa ditandingi oleh Gunung Toba ini membuat dunia gelap gulita selama beberapa bulan. Hujan badai global atau seluruh dunia kembali melanda.

Sungguh sebuah kondisi yang mengenaskan.

Bagaimana Menghindari Letusan Gunung Berapi?

image : pixabay.com

Letusan gunung berapi adalah bencana alam. Sesuatu yang tidak dapat kamu hindari. Meski demikian, kamu dapat meminimalisir korban.

Banyak panduan menghadapi bencana alam kini disosialisasikan. Kamu harus memperhatikannya. Minimal saat bencana datang kamu dapat menyelamatkan diri bersama orang terdekat.

Meski gunung berapi yang letusannya dapat membuat dunia gelap gulita diperkirakan sudah tidak aktif seperti sebelumnya, kamu tetap harus waspada.

Waspada bukan berarti kamu pikirin lho! Bisa-bisa nanti kamu pindah kewarganegaraan karena takut tinggal di Indoensia.

Waspada yang benar adalah dengan mengikuti segala petunjuk jika terjadi bencana di wilayah tempat tinggalmu. Tindakan ini akan meminimalisir kerugian jiwa dan materi.

Rafiah

Penulis dan penikmat musik indie. Menganggap menulis sebagai self healing.

1 comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed