invisible hit counter
Pintermezzo

Gas Air Mata, Mematikan?

Guys, tentu udah baca dong tentang aksi massa di Jakarta beberapa hari lalu? Seperti biasa, polisi kemudian menembakkan gas air mata.

Yeah.. Gas air mata memang senjata yang paling banyak digunakan oleh otoritas atau keamanan yang berkuasa untuk menangani aksi demo. Nggak cuma di Indonesia lho!

Buat kamu yang nggak pernah deket dengan aksi massa, pasti mikir. Kayak apa sih gas itu?

Hai, yang pernah ikutan aksi juga, jangan-jangan nggak tau juga apa itu gas yang sering disemprotkan kepada pendemo? Kamu hanya ikut berlari ketika orang di depan meneriakkan kata lari dan mundur? He he..

Kegunaan Gas Air Mata

gas air mata
image : hariansib.com

Gas air mata, sesuai namanya pasti berbentuk gas. He, iya kan?

Dalam bentuk keseharian, kamu mungkin bisa menyamakannya dengan gas yang keluar dari penyemprotan serangga atau pestisida di lahan perkebunan.

Tapi, isinya atau kandungannya berbeda.

Terus, kenapa gas ini digunakan?

Menurut profesor toksikologi lingkungan, Alastair Hay, 2011 biasanya gas disemprotkan untuk menghindari bentrokan fisik dan penggunaan senjata tajam di lapangan.

Kan, yang dihadapi keamanan adalah rakyat sipil!

Ada undang-undangnya bahwa aparat nggak boleh menggunakan senjata tajam dan kekerasan saat berhadapan dengan mereka.

Mereka kan cuma melakukan aksi dan biasanya nggak dilengkapi senjata tajam. Apalagi di Indonesia, senjata tajam nggak bisa sembarangan diperjualbelikan.

Jenis Gas Air Mata

image : klikdokter.com

Ternyata gas air mata yang digunakan biasa digunakan oleh aparat keamanan di dunia bermacam-macam.

Yang paling rendah dan paling sering digunakan adalah o-chlorobenzylidene malano nitric atau CS.

Menurut Publikasi Intelejen dan Keamanan HIS Jane’s, Neil Gibson, gejala akan dirasakan 20 sampai 30 detik ketika seseorang terkena paparan. Nah, kalau orang tersebut berhasil keluar dari zona penyemprotan, gejala akan hilang setelah 20 sampai 30 menit.

Gejala yang akan dirasakan, antara lain perih dan seperti terbakar pada membran mata, ingus keluar lebih banyak, sesak napas, mual, dan sakit kepala.

Ada juga jenis lain, yaitu oleoresin capsicum (OC) yang karena mengandung merica sering debut juga sebagai semprotan merica. Di negara-negara yang menganut paham kebebasan, ini diperjualbelikan.

Intermezzo: kamu pernah nonton film action Amerika? Biasanya wanita yang sering menjadi korban kekerasan akan bawa semprotan merica dalam tasnya.

Kembali ke dunia nyata!

Menurut J. Haar, M.D, M. PH peneliti medis dan penasehat Physicians for Human Right, semprotan merica akan memberikan gejala kulit terbakar dan jika terhirup akan membuat luka pada saluran pernapasan, dan paru-paru.

Gas Air Mata Dapat Menimbulkan Kematian?

image : antero.co

Pertanyaan besarnya, meski gas air mata bukan senjata tajam dapatkah menimbulkan kematian?

Para ahli nggak menjelaskan secara spesifik tentang hal ini.

Yang pasti, jika kamu nggak bisa keluar dari zona penyemprotan atau aparat terus menerus menembakkan gas air mata maka akan terjadi gangguan kesehatan parah.

Kamu yang aslinya memang penderita asma bisa mengalami hypoxia, di mana paru-paru dan tubuh secara keseluruhan nggak mendapatkan oksigen.

Gejala lebih parah terjadi jika penembakan gas disertai dengan pembekukan dan kelelahan fisik ketika berlari. Kamu yang mengalami ini akan batuk parah bahkan sampai mengeluarkan darah.

Ih.. serem juga efeknya ya ternyata?

Demikian pula ketika seseorang yang kepalanya terkena lemparan wadah gas.

Penyemprotan gas air mata pada area yang sempit juga dapat mengakibatkan seseorang menghirup gas lebih banyak dari seharusnya. Gejala yang dialami akan lebih panjang waktunya.

Apa yang Harus Dilakukan Kalau Kamu Terkena Gas Air Mata?

image : tribunnews.com

So, kalau kamu ikut aksi massa, aksi mahasiswa, atau lainnya dan terkena gas air mata, apa yang harus dilakukan?

Menurut J. David Gatz, M.D, dokter dari Mercy Medical Centre kamu harus menjauh dan mencari tempat yang lebih tinggi.

Lari menjauh akan membuat kamu terhindar dari penyemprotan lanjutan. Sementara di tempat lebih tinggi biasanya gas sudah bercampur dengan gas lain di udara. Efeknya bisa diminimalisir.

Haar menambahkan, setelah terkena gas kamu harus segera membasuh dengan air, kalau ada dengan sabun, dan mengganti pakaian.

Kalau efek nggak hilang setelah 30 menit, artinya kamu butuh pertolongan medis.

Hmm…Begitu ya ternyata yang dimaksud gas air mata.

Nggak bisa disepelekan dong kalau begitu?

So far, semoga artikel ini bermanfaat ya guys!

Rafiah

Penulis dan penikmat musik indie. Menganggap menulis sebagai self healing.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed