invisible hit counter
Pintermezzo

Apa yang Terjadi Kalau Huruf Braille Nggak Ditemukan Ya?

Kamu yang lahir dan besar dengan mata dapat melihat cukup baik harus bersyukur. Banyak teman di luar sana yang nggak seberuntung kamu. Mereka nggak bisa melihat indahnya dunia dan membaca untuk menambah wawasan. Kehadiran huruf Braille sangatlah membantu.

Yes, kamu pasti tau dong apa itu Braille?

Huruf khusus dalam bentuk timbul untuk orang tuna netra. Mereka bisa membacanya dengan cara meraba. Sesuai dengan indera yang bisa mereka gunakan secara optimal.

He-he.. Meski demikian tau nggak kamu bagaimana bentuknya huruf yang disebut Braille? Wah sama dong!

Nggak tau juga!

Makanya yuk simak bersama-sama beberapa fakta tentang huruf Braille di bawah ini.

Prancis Louis Braille, Penemu Huruf Braille

penemu huruf braille
image : soulofjakarta.com

Louis Braille sebenarnya dilahirkan sebagai anak yang normal hingga usianya 3 tahun, 4 November 1809.

Saat mengalami kecelakaan di ruang kerja ayahnya, di mana matanya tertusuk benda tajam. Louis nggak bisa melihat lagi.

Tapi, Louis bukanlah orang yang bisa hidup dengan pasrah.

Meski tunanetra, ia tetap semangat untuk belajar dan terus memberi manfaat pada orang lain.

Louis terus belajar meski buku-buku harus dibacakan orang lain.

Wah, jadi malu kalau meningat diri sendiri yang diberi kesempurnaan tubuh ya?

Membaca merupakan tantangan sendiri baginya. Di usia 15 tahun, Loius Braille menemukan sebuah cara untuk dapat membaca.

Louis menciptakan garis dan titik timbul yang melambangkan huruf.

Huruf tersebut dibuat dengan paku sylish sehingga dapat diraba bentuknya.

Di sinilah sejarah dimulai.

Huruf Braille Pertama Kali Digunakan oleh Tentara

image : nusantaranews.co

Saat pertama kali ditemukan, huruf Braille nggak digunakan langsung oleh tunanetra.

Huruf ini digunakan oleh tentara Napoleon, Perancis.

Louis Braille kan orang Perancis!

Seorang perwira arteri Napoleon, Charles Barbier yang mengusulkan simbol dan titik ini.

Simbol dan titik dari paku yang teraba dapat terbaca di saat gelap.

Simbol juga menandakan kerahasiaan pesan yang disampaikan.

Saat itu, huruf belum dikenal di seluruh dunia.

Saat itu juga, Louis Braille menyadari kekurangan dari huruf yang dibuatnya.

Simbol garis dan titik ketika diraba hampir mirip. Kadang sulit terbaca.

Penyempurnaan dilakukan. Sampai akhirnya tahun 1824, huruf Braille hanya berupa titik-titik dengan 63 huruf, simbol, dan tanda baca pada umumnya.

Huruf Braille Pernah Ditolak

image : pulsk.com

Sebuah kemajuan dan usaha selalu mendapat tantangan.

Meski sudah digunakan oleh Tentara Napoleon, huruf Braille nggak serta merta diterima dalam dunia pendidikan.

Menurut beberapa orang, sulit mengajar tunanetra membaca.

Apalagi mereka harus mempelajari ulang simbol huruf yang bentuknya berbeda dengan huruf biasa.

Namun, tekad Braille sudah bulat.

Braille tetap mengajarkan huruf Braille pada murid-murid tunanetranya secara diam-diam.

Dia juga menerjemahkan beberapa buku di perpustaan tempatnya mengajar menjadi huruf Braille agar para muridnya dapat membaca.

Sebuah langkah yang sangat bagus.

Setelah melihatnya, pemerintah Perancis dan masyarakat mau menerima.

Mulai tahun 1847, huruf Braille mulai dijadikan pegangan untuk para tunanetra.

Huruf Braille Mendunia

image : dakta.com

Atas usul dr Dufau, Braille mendapat penghargaan dari pemerintah Perancis atas jasanya.

Meskipun demikian, penghargaan baru diberikan setelah Braille meninggal.

Sejak saat itu, huruf Braille mendunia.

Semua tunanetra berusaha mempelajarinya dan membaginya pada sesama.

Hukum Perserikatan Bangsa-Bangsa bahkan menyebutkan bahwa seluruh negara yang menjadi anggotanya harus mempunyai aturan tentang mempelajari huruf Braille.

Huruf Braille sangat membantu.

Tunanetra tidak lagi menjadi manusia nomor dua.

Perangkat teknologi juga diciptakan untuk mereka. Termasuk memasuki zaman digital ini.

Ada Braille EDGE 4.0. Sebuah perangkat yang dapat menghubungkan ponsel pintar kamu, dengan tablet atau komputer via bluetooh.

Tunanetra jadi bisa menggunakan teknologi. Mereka juga bisa bermedia sosial lho! Nggak mau kalah dong dengan kamu!

Bahkan, di Indonesia tunanetra sudah mempunyai lapangan pekerjaan sendiri.

Jika melamar pekerjaan, mereka disamakan dengan pelamar lain yang bisa melihat.

Kenapa? Toh, mereka bisa bekerja dan berprestasi sama dengan kamu berkat huruf Braille.

Hebat bukan?

Alquran saja sudah ada dengan bentuk huruf Braille lho! Meski harganya cukup mahal, ini sangat membantu.

Nggak terbayangkan kalau Braille nggak menemukan simbol-simbol yang dibentuk paku stylish ini.

Tunanetra nggak bisa maju sampai saat ini.

Kamu tinggal menikmatinya saja.

Menikmati dan menggunakan teknologi dan segala yang ada untuk lebih maju dan juga bermanfaat bagi orang lain.

Nayla Firdaus

Penulis dan blogger. Ibu dari 2 orang putra. Menyukai dunia kepenulisan baik fiksi maupun non fiksi.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed