invisible hit counter
Pintermezzo

Sukar Raih Nobel karena Budaya Kurang Menghargai Prestasi

Di dunia, penghargaan Nobel merupakan penghargaan tertinggi di berbagai bidang. Sejak Alfred Nobel mendirikan Yayasan Nobel Foundation puluhan tahun lalu, ratusan orang sudah meraihnya. Bidang perdamaian, fisika, kimia, fisiologi, kedokteran, dan ekonomi lengkap diberikan.

Peraih penghargaan ini unik. Direkomendasikan melalui surat oleh siapa saja. Nantinya yayasan yang akan menyeleksi dan menentukan.

Kamu juga boleh lho, berkirim surat dan merekomendasikan seseorang di Indonesia sebagai penerima penghargaan!

Peraih Nobel dari Berbagai Negara di Dunia

malala yo usafza
image : america.gov

Tahukah kamu, Malala Yousafzai , anak SD yang berusia 14 tahun dari Pakistan adalah nominator termuda yang pernah direkomendasikan? Malala yang ditembak di kepala oleh Kelompok Taliban dianggap membela kaumnya, perempuan dan anak-anak. Malala diusulkan oleh Kristian Beng, dari Oslo.

Bahkan, beberapa penerima hadiah adalah orang yang bertentangan dengan pemerintahan negaranya. Sebut saja, Mo Yan, peraih Nobel Sastra tahun 2012 adalah bagian dari sayap kiri penentang pemerintah Cina dan Aung San Suu Kyi, wanita pemimpin oposisi Myanmar.

Amerika Serikat menjadi negara yang warganya mendapat berbagai penghargaan tertinggi di dunia ini. Sebanyak 338 orang sudah menerima hadiah sejak Theodore Toosevelt meraihnya di kategori perdamaian. Sementara, warga Cina pernah meraih 9 penghargaan, Myanmar dan Vietnam masing-masing satu.

Peraih Nobel dari Indonesia

Pada tahun 1996, Uskup Belo dan Jose Ramos Horta
image : catatanrodes.wordpress.com

Belum ada orang Indonesia yang benar-benar mendapat penghargaan di dunia tersebut.

Dalam catatan, tahun 1860 pernah ada Withoven dari Surabaya mendapatkannya.

Tapi kamu tau dong, kala itu Indonesia masih menjadi jajahan Belanda. Withoven adalah orang Belanda yang lahir di Indonesia. Bahkan, dia kemudian tinggal dan besar di Leiden, Belanda.

Pada tahun 1996, Uskup Belo dan Jose Ramos Horta pernah juga menerima penghargaan di bidang gerakan kemanusiaan.

Namun, keduanya adalah aktivis negara merdeka Timor Timur yang kemudian lepas dari Indonesia setelah referendum pada tahun 1999.

Bukan orang Indonesia juga kan?

Satu orang Indonesia yang pernah masuk nominasi peraih Nobel berkali-kali, Pramoedya Ananta Noer sejak tahun 1996. Beliau adalah aktivis yang sering mengritik pemerintah lewat tulisannya dan dinominasikan sebagai peraih bidang sastra.

Namun, Pramoedya entah kenapa nggak pernah berhasil menjadi yang terbaik.

Ingin Meraih Nobel? Belajarlah dari Orang yang Ahli

Septinus George Saa
image : haipapua.com

Ungkapan pada sub judul di atas dikemukakan oleh Profesor Yohanes Surya, Ph. D seorang matematikawan Indonesia.

Menurut Profesor Yohanes, semua peraih Nobel di bidang ilmu pengetahuan adalah murid dan atau pernah belajar di tempat pendahulunya.

Oleh karena itu, Profesor yang menargetkan ada peraih penghargaan dari Indonesia di tahun 2020 ini banyak mengirimkan siswanya ke tempat-tempat peraih penghargaan terdahulu untuk belajar.

Salah satu yang sudah berhasil dalam tahap awal adalah Septinus George Saa. Seorang matematikawan remaja asal Manokwari, Papua. Septinus meraih First Step to Nobel in Physics.

Indonesia Belum Raih Nobel karena Belum Ada Perhatian Pemerintah

Profesor Yohanes Surya
image : kumparan.com

Profesor Yohanes mengusahakan Nobel dari dirinya sendiri.

Sementara banyak ahli beranggapan bahwa pemerintah belum memberi perhatian serius pada penghargaan bergengsi ini.

Pramoedya yang sempat menjadi nominator tidak mendapat dukungan serius.

Biaya riset dan penelitian di Indonesia juga masih rendah dibandingkan negara lain. Mengutip dari data Bank Dunia bahwa anggaran penelitian yang dialokasikan Indonesia termasuk sangat kecil yakni kurang dari 0,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB) di periode 5 tahun sebelumnya. Angka ini jauh di bawah anggaran penelitian dan pengembangan dari negara lain, seperti Singapura (2%), Malaysia (1,06), dan Vietnam (0,19).

Akibatnya, masyarakat juga jarang berkiprah di luar negeri.

Indonesia Belum Raih Hadiah Nobel karena Budaya yang Kurang Menghargai Prestasi

penghargaan nobel
image : ultimagz.com

Bukankah siapa saja bisa berkirim surat ke Yayasan Nobel Foundation untuk menominasikan seseorang dari negaranya?

Berapa orang Indonesia yang pernah melakukannya? Kamu?

Nah, bagaimana mau menerima penghargaan kalau belum pernah mengirim seseorang sebagai nominator.

Bingung mau pilih siapa?

Itu letak kekurangan Bangsa Indonesia menurut para ahli. Kurang menghargai prestasi yang sudah dihasilkan seseorang.

Padahal kalau mau jujur, banyak lho orang Indonesia yang sudah menorehkan prestasi di negeri sendiri dan negeri orang.

Nggak perlu menunggu usulan dan perhatian dari pemeirntah bukan?

Segala sesuatu hendaknya dimulai dari sendiri.

Kalau kamu ingin perubahan, maka nggak usah menunggu orang lain untuk melakukannya.

Justu, ketika kamu melakukan dan berhasil maka orang lain akan menirunya.

So guys, yuk kita lihat sekitar! Siapa tau ada seseorang yang prestasi mumpuni dan layak kamu nominasikan meraih Nobel.

Rafiah

Penulis dan penikmat musik indie. Menganggap menulis sebagai self healing.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed