invisible hit counter
Pintermezzo

Indonesia dan Asia Tenggara Dahulu Pernah Satu Pulau

Guys, pernah nggak kamu berpikir kenapa ya orang Indonesia dan Asia Tenggara punya wajah dan perawakan yang mirip satu sama lain. Nggak sama persis sih! Tapi kalau ketemu di jalan pasti kamu bisa bedain deh, mana orang Arab dan Asia Tenggara atau Cina.

Bahkan, kalau sudah di Eropa, sepintas wajah orang Indonesia mirip dengan Malaysia dan Filipina.

Baru ketahuan deh bedanya, kalau mereka sudah saling berbicara. Bahasa negara Indonesia dan Asia Tenggara lain berbeda.

Peta Indonesia dan Asia Tenggara di Zaman Es

peta indonesia dan asia tenggara zaman es
image : tikome.wordpress.com

Lho kok, tadi nanya orang Indonesia sekarang mau lihat peta? Apa hubungannya?

Ada dong hubungannya!

Kamu lihatnya jangan peta saat ini.

Kamu searching deh peta Indonesia saat The Last Glasial Maximum atau bahasa mudahnya saat zaman es!

Wah udah lama banget dong! Yes, di sana ada asal usul nenek moyang Indonesia dan Asia Tenggara pada umumnya.

The Last Glasial Maximum adalah masa di mana posisi es maksimal. Suhu saat itu hanya sekitar 3 sampai 4 derajat celcius.

Bandingkan dengan suhu saat ini di Indonesia yang berada di atas 25 derajat celcius, paling dingin.

Kalau panas, suhu di Indonesia mencapai 36 sampai 37 derajat celcius.

Nah, wajar kalau saat itu permukaan bumi diselimuti es tebal. Laut yang berupa air hanya sedikit.

Permukaan laut saat itu sekitar 25 meter di bawah permukaan laut saat ini.

Kembali ke peta zaman es, di sana kamu nggak akan menemukan nama Indonesia dan nama negara Asia Tenggara lain.

Hanya ada nama Sunda Land.

Kira-kira di situlah Indonesia dan Asia Tenggara berada sekarang.

Peta tersebut dibuat beradasarkan kondisi sekitar 21.000 tahun Sebelum Masehi. Belum ada penanggalan saat itu.

Zaman Es Berakhir

image : gurugeografi.id

Kamu pasti sudah pernah nonton film ketika zaman es berakhir.

Atau film ketika es di kutub Utara dan Selatan mulai mencair.

Seperti itulah kira-kira ketika zaman es berakhir.

Iklim di seluruh dunia berubah.

Pemanasan global dan menyeluruh terjadi. Suhu tiba-tiba sangat panas.

Banjir karena es mencair dan permukaan laut naik menyapu seluruh penduduk pesisir.

Ih… Bayanginnya serem ya? Nggak terbayangkan malah!

Seperti akhir dunia.

Terbentuknya Pulau-Pulau Baru dari Sunda Land

image : tribunnews.com

Permukaan air laut yang naik membuat banyak tempat yang rendah tertutupi.

Akhirnya daratan yang dulunya bersatu menjadi terpisah-pisah.

Membentuk kepulauan kecil-kecil.

Ilustrasinya, daratan yang tadinya satu dipisahkan oleh air yang cukup dalam.

Saat ini terbentuklah Laut Jawa dan Laut Cina Selatan.

Sunda Land membentuk ribuan pulau.

Pulau yang kamu kenal sekarang sebagai Kepulauan Indonesia, Kepulauan di negara Filipina, dan beberapa kepulauan lain di Asia Tenggara.

Apa yang Terjadi dengan Penduduk Saat Itu?

image : fahrizasoc.blogspot.com

Meski masih jarang, saat itu dunia sudah berpenduduk.

Manusia masih berada dalam zaman pra sejarah.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Leed, penduduk menjadi tersebar-sebar ke berbagai daratan yang kemudian terpisah.

Sebagian besar penduduk menjauh dari pesisir alias dekat laut.

Permukaan laut yang naik hingga seperti sekarang menakutkan bagi manusia zaman itu.

Manusia yang berada jauh dari laut mulai beradaptasi dengan alam yang baru.

Mereka beradaptasi dengan hutan dan hewan di dalamnya.

Pada akhirnya, manusia mengenal cara beternak dan bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Indonesia dan Asia Tenggara Dahulu

image : santinorice.com

So, bisa ditebak kan bagaimana kesimpulannya?

Indonesia dan Asia Tenggara dulu merupakan satu pulau besar berupa daratan.

Daratan tersebut menjadi pulau-pulau kecil seperti saat ini ketika zaman es berakhir. Bagian dari daratan yang rendah tenggelam dan membentuk laut baru.

Jadi, nggak salah kalau kamu orang Indonesia dan Asia Tenggara punya kemiripan bukan?

Kamu berasal dari nenek moyang yang dahulunya berada di pulau yang sama, yaitu Sunda Land.

Nggak cuma wajah yang mirip lho!

Kondisi geografis dan geologis Indonesia dan Asia Tenggara juga mirip.

Apalagi dengan kepulauan terdekat, Filipina.

Sama mempunyai banyak gunung api dan sama memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Bahasa dan budaya yang berbeda terjadi karena nenek moyang yang sama saling berpisah dan bertahan hidup dengan caranya masing-masing.

Menarik ya baca fakta ini?

Nani Herawati

Owner sebuah bimbingan belajar, penulis dan ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah menulis beberapa buku pelajaran sekolah dan buku antologi. Saat ini aktif sebagai ghostwriter di beberapa media online dan lebih meminati dunia pendidikan anak.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed