invisible hit counter
Pintermezzo

Jabuka, Pulau Magnetik yang Sulit Dijangkau

Guys, di belahan bumi ini memang banyak tempat yang unik. Entah itu dilihat dari suku bangsa yang mendiami, fauna dan flora, maupun kekhasan pulau itu sendiri. Salah satu dari sekian keunikan adalah Pulau Magnetik.

Hmmm.. Pulau Magnetik? Maksudnya bisa menarik semua benda berbahan logam yang ada di sekitarnya gitu? Atau dapat membuat semua pulau yang ada di sekitarnya menempel?

Wah, kalau iya.. Pulau itu jadinya besar dong? Karena banyak pulau lain yang menyatu.

Pulau juga bisa jadi penuh dengan bahan rongsokan karena apa saja bahan logam yang berada di sekitarnya jadi tertarik.

Sesuai dengan sifat magnetik kan? Menarik benda logam dan magnet lain yang bermuatan nggak sejenis?

Pulau Jabuka di Kroasia

pulau magnetik di jabuka kroasia
image : republika.co.id

Pulau Magnetik yang diceritakan di atas, namanya Pulau Jabuka. Letaknya di Kroasia.

Nah, Jabuka ini dalam Bahasa Kroasia artinya apel. Meski nggak tau sih apa hubungannya pulau itu dinamakan apel. Di sana sama sekali nggak banyak apel.

Pulau merupakan pulau vulkanik. Itu lho, pulau yang dibentuk oleh material letusan gunung berapi.

Wah letusan yang besar banget dong ya sampai bisa membentuk pulau?

Tepat sekali! Kamu hebat dengan tebakan kali ini.

Pulau Jabuka awalnya nggak ada. Pulau ini terbentuk dari letusan gunung Palagruza yang berada di benua bersejarah sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Jabuka merupakan pulau tidak berpenghuni, meski kayaknya subur deh ya? Kan tanahnya berasal dari vulkanik?

Letaknya sekitar 97 Km dari Laut Adratik dan 52 Km sebelah Barat Pulau Vis di Kroasia.

Di dekat Pulau Jabuka terdapat juga Pulau Brusnik. Pulau vulkanik sama dengan Jakuba.

Terdapat pula satu pulau yang dinamai sesuai dengan nama gunung yang meletus, yaitu Pulau Palagruza. Pulau ini setengah vulkanik. Mungkin dulunya di sini letak gunung yang meletus ya?

Pulau Magnetik

image : tribunnews.com

Pulau Bazuka, Pulau Brusnik, dan Pulau Palagruza disebut sebagai Seigitiga Vulkanik Adriatik.

Tahu nggak guys, ketiga pulau ini jarang banget dikunjungi, terutama Jabuka.

Pulau yang terbetuk secara alami dari material vulkanik memiliki banyak magnet alami. Hampir seluruh bagian pulau demikian.

Meski magnet alami yang ada kekuatannya nggak bisa bikin kapal dan pesawat yang lewat di sekitarnya tertarik, banyak pelaut menjauhinya.

Magnet alami yang ada diyakini dapat mengacaukan kompas kapal yang lewat.

Tau dong akibatnya? Kompas kan penunjuk arah. Kalau kompasnya kacau, kapal kemungkinan kehilangan arah dari tujuannya semula. Bisa saja perjalanan jadi bertambah jauh.

Itu sebabnya, Jabuka disebut Pulau Magnetik.

Pulau Jabuka Sulit Dijangkau

image : tribunnews.com

Selain karena magnetik alami yang dimiliki pulau, pada dasarnya pelaut sendiri jarang sekali yang berminat untuk melihat pulau dari dekat.

Jabuka terletak di perairan laut dalam dan jauh terpisah dari bagian daratan lain.

Akibatnya, pelayaran menuju Jabuka sangat terbuka. Di wilayah sekitarnya angin sangat mudah masuk. Gelombang laut juga cukup besar karena angin tidak terhalang daratan apapun.

Nah, terbayang kan kalau ada kapal yang mendekati pulau?

Pelaut yang mengendarainya harus handal dan pandai bermanuver di saat-saat kritis. Kemudi sulit dikendalikan karena arah pelayaran berangin dan bergelombang.

Kalau pengemudi kapal yang kamu tumpangi nggak handal, bisa-bisa kapal menabrak pulau di bagian yang cukup banyak tebingnya.

Tidak Bisa Berlabuh di Pulau Jabuka

image : versesofuniverse.blogspot.com

Tidak hanya angin dan gelombang besar yang membuat para pelaut berpikir dua kali untuk berlayar ke Pulau Magnetik.

Pulau Jabuka ternyata juga nggak memungkinkan untuk berlabuh.

Di sini nggak ada garis pantai yang cukup landai dan luas untuk melabuhkan kapal.

Bagian pantai yang agak menjorok ke dalam alias teluk sebagai alternatif kapal berlabuh juga nggak ada. Padahal tempat lain sangat terbuka dan berangin. Tebing pulau juga rata-rata curam.

Meski dekat pantai, kedalaman laut mencapai 200 meter yang nggak memungkinkan kamu melempar jauh agar kapal tertambat.

Batuan besar di sekitar juga nggak ada. Pantai terdiri dari batuan halus.

Lengkap banget ya guys kesulitannya?

Dengan kondisi ini, kalau kamu memaksa berlabuh dan meninggalkan kapal maka kemungkinan kapal bisa menjauh terbawa angin.

Akhirnya kamu jadi penghuni baru deh di Pulau Jabuka. He-he…

Di Pulau Magnetik, sinyal ponsel kamu pastinya juga belum tentu bagus bukan? Terganggu oleh magnet.

Nani Herawati

Owner sebuah bimbingan belajar, penulis dan ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah menulis beberapa buku pelajaran sekolah dan buku antologi. Saat ini aktif sebagai ghostwriter di beberapa media online dan lebih meminati dunia pendidikan anak.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed