invisible hit counter
Pintermezzo

Meski Lama Nggak Dilakukan, Kamu Tetap Ingat Cara Bersepeda

Usia berapa saat kamu pertama kali mengenal sepeda? Mungkin, kamu sudah mengenal dan mengendarainya sejak balita. Cara bersepeda kamu hingga mahir perlu latihan yang lumayan berat juga lho!

Gimana nggak? Pertama kali orang tuamu membelikan sepeda kamu girang bukan main!

Tapi ternyata sepeda roda empat butuh tenaga lebih untuk dikayuh. Butuh beberapa lama untuk menyesuaikan diri.

Sampai akhirnya kamu belajar naik sepeda roda dua.

Pertama kali belajar, kamu jatuh bangun. Kapok? Nggak kan?

Jatuh dari sepeda bikin kamu tambah semangat untuk mencoba lagi dan terus belajar!

Ada yang pernah pundung alias ngambek belajar naik sepeda? Terus trauma hingga sampai saat ini nggak bisa naik sepeda?

Manfaat Bersepeda

cara bersepeda
image : doktersehat.com

Kenapa sih banyak orang susah payah belajar naik sepeda dan mempelajari cara bersepeda yang baik?

Orang tua juga seneng banget ngasih anak mereka sepeda?

Bukan cuma sekadar gengsi atau iseng lho!

Meski waktu awal kamu dibelikan sepeda dan belajar mengendarainya nggak tau untuk apa, ternyata banyak lho manfaatnya!

Mau tau nggak? Banget atau malah nggak peduli?

He he.. Tenang tetap akan diuraikan kok beberapa manfaat bersepeda di bawah ini.

Bersepeda Melatih Koordinasi Motorik

Naik sepeda kelihatannya sepele karena hampir semua orang bisa. Tapi, ternyata ini merupakan latihan koordinasi motorik lho!

Saat naik sepeda kamu menggerakkan seluruh anggota badan, memperhatikan jalan dengan mata, dan berpikir fokus sekaligus.

Itu sebabnya, saat berlatih sepeda kamu jatuh bangun!

Bersepeda Melatih Keberanian

Anak yang lebih pemberani akan jauh lebih cepat belajar naik sepeda. Masa iya?

Yes, karena bersepeda latihan keberanian!

Di awal, kamu harus berani jatuh saat belajar.

Terus, berani jatuh lagi saat melewati batu. Terus dan terus.. Apalagi kalau kamu hobi bersepeda, tantangan baru akan selalu ada.

Bersepeda Mengatasi Stres

Ketika kamu sudah besar, bersepeda mengatasi stress. Beneran?

Ya iyalah!

Coba aja kamu berkeliling setiap hari libur. Wah pikiran jadi lebih tenang dan terbuka.

Bersepeda Menyehatkan Otot Punggung dan Kaki

Sudah disebutkan di atas bahwa saat mengendarai sepeda kamu menggerakkan seluruh anggota badan, khususnya kaki dan punggung.

Sama dengan berenang, bersepeda dengan rutin akan menyehatkan otot punggung dan kaki.

Naik Sepeda Bebas Polusi

Satu lagi yang penting nih!

Sepeda nggak pake bahan bakar. Andalannya ya energi dari kamu!

Jadi guys, kalau kamu mengendarai sepeda berarti ikut menghemat bahan bakar dan mengurangi polusi!

Cara Bersepeda Selalu Diingat Tanpa Sadar

image : tribunnews.com

Termasuk pengendara sepedakah kamu saat ini?

Mungkin kamu hanya tau sepeda saat kecil dan remaja.

Selepas remaja, Milenial lebih suka motor untuk digunakan.

Bener nggak?

Tapi, suatu saat di kantor ada acara fun bike, misalnya. Mau nggak mau kamu harus bersepeda lagi.

Apakah setelah puluhan tahun, kamu nggak bisa lagi bersepeda?

Ternyata nggak lho! Kamu nggak lupa cara bersepeda.

Paling juga sedikit kagok alias gugup.

Tapi kamu langsung bisa menjalankannya. Hanya perlu waktu beberapa menit untuk menyesuaikan diri. Dan… sepeda langsung melaju!

Kok bisa?

Menurut riset yang dilakukan para ahli neurosains atau otak, memori yang dimiliki manusia mengordinasi aktivitas cukup komplek.

Memori tersebut berada dan disimpan di seluruh bagian otak. Saat satu memori diaktivasi salah satunya saja, memori lain yang berhubungan dengan hal ini akan langsung ikut terpengaruh. Apalagi kalau memeori yang dimaksud berupa kesenangan dan hal yang baik. Otak dengan mudah menyimpannya.

So, saat kamu mulai bersepeda lagi, kayuhan di kaki langsung mengaktifkan seluruh memori tentang cara bersepeda.

Makanya, kamu langsung bisa naik sepeda meski udah lama nggak melakukannya?

Cara Bersepeda Berkaitan dengan Otak yang Mengordinasi Aktivitas Komplek

image : ayobogor.com

Alasan kedua kamu bisa ingat terus cara bersepeda adalah disimpannya aktivitas komplek di simpan di otak kecil.

Nah, otak kecil ini letaknya berdekatan dengan lapisan molekul interneuron (antar otak).

Nah, saat kamu akan naik sepeda lagi setelah puluhan tahun, sel syaraf yang berada pada lapisan interneuron langsung mengambil momen yang keluar dari otak kecil dengan mudah melalui sinyal listrik.

Hal ini berbeda dengan memori kamu tentang pelajaran matematika.

Pelajaran matematika bukan aktivitas fisik. Lagi pula terkadang kamu menganggap pelajatan ini bukan saat yang menyenangkan. Akhirnya, memori tentang matematika sangat jauh tersimpan.

Nayla Firdaus

Penulis dan blogger. Ibu dari 2 orang putra. Menyukai dunia kepenulisan baik fiksi maupun non fiksi.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed