invisible hit counter
Pintermezzo

Kenapa Ada Orang Tua yang Menolak Vaksin Abis-abisan?

Vaksin atau imunisasi atau suntik pada anak merupakan pro dan kontra yang tidak pernah ada habis-habisnya di Indonesia. Bahkan, penolakan semakin besar gaungnya di era digital ini.

Mengapa? Karena melalui media sosial seseorang dapat dengan mudah mempengaruhi orang lain. Terkadang perang antar Netizen tidak terelakkan, antara yang setuju dan menolak vaksin.

Bagaimana dengan kamu? Pernahkan kamu disuntik untuk mendapatkan imunisasi saat masih kecil? Kalau kamu lupa, periksalah lengan kanan atau kiri bagian atas. Beberapa vaksin meninggalkan bekas luka yang tidak hilang seumur hidup.

Cara Kerja Vaksin

vaksin
image : hellosehat.com

Vaksin atau imunisasi adalah memasukkan suatu bibit penyakit ke dalam tubuh manusia dalam jumlah tertentu. Tubuh diharapkan memberikan reaksi terhadap bibit penyakit yang dimasukkan dengan memproduksi zat kekebalan tubuh.

Berdasarkan penelitian, zat kekebalan tubuh yang dihasilkan akan bertahan lama dan beraksi mencegah masuknya bibit penyakit sejenis dengan yang dimasukkan.

Untuk menghasilkan kekebalan tubuh yang cukup, jumlah vaksin yang dimasukkan harus disesuaikan. Oleh karena itu, terkadang beberapa imunisasi dilakukan beberapa kali dalam periode tertentu. Misalnya, DPT 1 sampai 3, dan MMR 1 dan 2. Semuanya harus diberikan dalam kurun waktu tertentu.

Meskipun demikian, kebanyakan kekebalan tubuh yang dihasilkan tidak dapat bertahan seumur hidup manusia. Itu sebabnya, meski sudah diimunisasi saat anak-anak seseorang setelah dewasa tetap mungkin menderita penyakit.

Ada juga vaksin yang harus diberikan pada saat-saat penting agar memberikan kekebalan tubuh lebih lama. Misalnya, imunisasi tetanus yang diberikan ketika anak bayi, usia sekolah, dan saat hamil bagi wanita.

Manfaat Vaksin Bagi Manusia

image : kumparan.com

Banyak ahli kesehatan meyakini vaksin sangat bermanfaat sebagai pertahanan dan senjata terkuat. Manfaat tersebut, antara lain:

  1. Memberikan perlindungan terhadap tubuh terhadap penyakit, minimal saat usia anak-anak. Usia ini mudah sekali terinfeksi berbagai penyakit.
  2. Mencegah penyakit lebih parah. Mungkin saja kamu tetap dapat sakit meski sudah diimunisasi. Namun, penyakit yang diderita tidak akan parah.

Mengapa Orang Tua Menolak Imunisasi

image : beritagar.id

Banyak orang tua menolak imunisasi. Tidak hanya di Indonesia, penolakan juga terjadi di beberapa negara di dunia.

Matthew Motta, seorang peneliti ilmu politik dari University Pensylavania, Amerika Serikat melakukan studi terkait komunikasi sains dengan kebijakan politik.

Dari 1.310 responden yang diteliti wawasannya terhadap autisme dan perasaan terhadap kebijakan pemerintah tentang imunisasi, sepertiganya menolak.

Mirisnya nih, dari sepertiga yang menolak kebanyakan adalah orang dengan tingkat pendidikan rendah. Mereka menolak sesuatu yang belum diketahui dengan pasti.

Dalam penelitian, fenomena disebut sebagai Dunnimg Kruger Effect, di mana seseorang semakin banyak bicara sebenarnya semakin sedikit wawasannya. Istilah yang dalam Bahasa Indonesia disebut tong kosong nyaring bunyinya. Hmmm… Seperti siapa ya?

Sekretaris Satuan Tugas Imunisasi Pengurus Pusat IDAi, Prof. Dr. Ir. Soedjatmiko, SpA (K) menyebutkan bahwa orang tua menolak imunisai karena tiga hal, yaitu:

  1. Kurang informasi tentang produk imunisasi dan manfaatnya
  2. Nggak tahu dan nggak memperhatikan jadawal imunisasi.
  3. Nggak tahu bahwa imunisasi tidak hanya ada di Indonesia tetapi hampir seluruh negara di dunia menjalankannya.

Secara umum, orang tua yang ngotot untuk tidak memberi imunisasi pada anaknya mempunyai alasan; penyakit yang ada jarang terjadi, penyakit tidak parah, khawatir dengan efek samping dan autisme, khawatir dengan zat yang ada dalam jarum suntik, dan lebih percaya pada omongan teman dan keluarga daripada dokter.

Imunisasi sendiri saat ini tidak hanya diberikan pada balita. Banyak orang dewasa yang khawatir dengan kesehatan diri dan meminta disuntik. Misalnya ada vaksin demam berdarah yang masih dikembangkan terus. Sst.. Yang penting bukan suntik kebal dan suntik mati…

So guys, logis nggak alasan orang tua yang menolak habis-habisan anaknya disuntik? Hmm.. Setiap orang yang pro dan kontra tentu punya alasan masing-masing. Kamu nggak bisa menilai dari sisi logis atau tidaknya.

Kamu yang pro dengan imunisasi akan menyebutkan bahwa tidak alasan untuk menolaknya. Imunisasi banyak manfaatnya. Sementara bagi yang menolak, mereka juga punya alasan logis, versi mereka tentunya.

Nggak ada yang dapat disalahkan tentunya. Penting untuk diketahui buat kamu, kebputusan apapun yang dibuat hendaknya dibekali dengan bekal cukup. Pro dan kontra tentang suntik vaksin seharusnya tidak membuat kamu terpecah, apalagi jika dengan saudara sendiri.

Kamu harus belajar menghormati dan menghargai pendapat orang lain.

Nayla Firdaus

Penulis dan blogger. Ibu dari 2 orang putra. Menyukai dunia kepenulisan baik fiksi maupun non fiksi.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed