invisible hit counter
Pintermezzo

Kertas Dilipat, Bisakah Rapi Kembali?

Kertas, merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Kertas dilipat untuk membungkus, seni origami, diremas, dan sebagainya. Bahkan, kamu menulis masih di atas kertas bukan? Uang, terbuat dari kertas juga bukan?

Kamu suka dengan seni origami? Kertas dilipat menjadi berbagai bentuk; bunga, burung, kucing, dan sebagainya.

Cobalah kamu buka kertas yang sudah kamu lipat dalam seni origami? Bisakah rapi kembali?

Kertas yang sudah kamu remas, misalnya. Bisakah dirapikan kembali?

Bisa, disetrika dong! Coba saja kertas-kertas tersebut kamu setrika dan bandingkan dengan kertas yang masih belum pernah dilipat.

Kertas memang bisa rata kembali. Namun, garis lipatan nggak bisa hilang!

Wah, bener juga! Kamu pasti bilang begitu!

Itu sebabnya uang kertas disarankan untuk nggak dilipat-lipat sebagai perawatannya. Uang sebaiknya disimpan dengan baik.

Uang yang dilipat lama-lama bisa sobek. Wah, jadi nggak laku deh nilai uangnya!

Kenapa bisa begitu ya?

Tempat Menulis Sebelum Ditemukannya Kertas

kertas dilipat
image : keepsoh.com

Pertama kali orang mengenal simbol dan tulisan nggak dibuat di atas kertas. Mereka membuatnya di atas batu dengan mengukirnya dan di atas benda-benda keras lain.

Hal itu bisa kamu lihat dari banyak lukisan manusia zaman awal sejarah di dinding-dinding gua.

Setelah teknologi berkembang, manusia kemudian menulis di atas daun dan di lembaran-lembaran kulit binatang.

Ulama-ulama terkenal zaman dahulu menuliskan hadist yang sudah dihafalnya di atas lembaran bahan kulit.

Berat banget ya kalau mau nulis satu buku? Kulit binatang kan lebih berat dari kertas. Selain itu, kulit binatang juga bentuknya nggak beraturan.

Kulit juga nggak bisa dibentuk seperti kertas dilipat.

Ini Kali Pertama Orang Bikin Kertas

image : ralali.com

Nah, membuat kertas untuk menulis merupakan ide dari seorang petugas pengadilan bernama Tsaihun. Hiks, mungkin dia lelah ya menghafal berbagai detil kasus? Sampai-sampai mengusulkan membuat kertas untuk menulis.

Tapi idenya cerdas banget lho!

Akhirnya, dengan ide tersebut kertas dibuat pertama kali sekitar abad pertama Masehi di Tiongkok.

Kertas zaman itu dibuat dari kulit kayu arbei, dicampur sisa-sisa rami, kain bekas, dan jaring ikan.

Awalnya kulit kayu dipukul-pukul terlebih dahulu hingga seratnya lepas, baru dicampur dengan bahan lain dan direndam dalam air.

Mirip dengan cara pembuatan kertas masa kini, setelah campuran rendaman seperti bubur, kemudian ditekan hingga rata dan padat dan dijemur.

Jadilah lembaran-lembaran kertas yang dapat digunakan untuk menulis.

Berkat jasanya menemukan cara membuat kertas, Tsaihun mendapat gelar kebangsawanan. Namanya tertulis dalam buku sejarah Dinasti Han.

Ssst.. Pastinya buku sejarah Dinasti Han sudah ditulis di kertas dilipat dan digabungkan ya?

Pada awalnya, cara membuat kertas dirahasiakan orang Tiongkok. Namun, rahasia itu dijual ke orang Jepang dan Korea hingga akhirnya menyebar ke Eropa pada abad 12.

Sekarang semua orang menggunakan kertas untuk menulis.

Cara Bikin Kertas Zaman Now

image : naviri.org

Kertas zaman now mirip cara pembuatannya dengan pertama kali ditemukan. Hanya saja, kamu nggak perlu menyampurkan berbagai bahan. Kayunya saja.

Melalui proses teknologi saat ini, kayu dipotong-potong, dipisahkan dari kulitnya dan dihancurkan. Kayu yang telah hancur ini disebut sebagai bubur kertas.

Proses selanjutnya dari bubur kertas sama dengan cara bikin kertas pertama kali. Dimampatkan, ditekan, dan dijemur.

Tentu saja prosesnya nggak semudah itu sih! Semua proses sekarang dilakukan oleh mesin.

Apa yang Terjadi Saat Kertas Dilipat?

image : thenextweb.com

Berdasarkan cara pembuatannya dulu sampai saat ini, kertas terbuat dari pohon atau lebih tepatnya dari serat tumbuhan yang ada pada kayu.

Ketika kamu melipat kertas, serat tumbuhan terputus.

Ibaratnya serat pada hewan atau daging yang dipotong, serat nggak akan bisa kamu sambung lagi.

Kok nggak bisa disambung? Otot manusia aja kalau terjadi sesuatu masih bisa disambung?

Serat yang rusak atau potong karena lipatan sudah merupakan serat tumbuhan mati. Nggak ada lagi sel-sel tumbuh di dalamnya.

Jadi guys, apapun yang kamu lakukan untuk merapikan kertas dilipat dan diremas, nggak akan bisa kembali seperti semula.

Disetrika atau ditekan dengan tenaga besar hanya akan membuatnya rata. Tetap saja kalau diperhatikan garis bekas remasan atau lipatan ada di sana.

Kamu jadi paham dong kenapa uang kertas sebaiknya nggak dilipat-lipat atau digulung? Yes, karena semakin dilipat akan banyak seratnya yang rusak. Akibatnya, uang menjadi jelek dan mudah sobek.

Nani Herawati

Owner sebuah bimbingan belajar, penulis dan ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah menulis beberapa buku pelajaran sekolah dan buku antologi. Saat ini aktif sebagai ghostwriter di beberapa media online dan lebih meminati dunia pendidikan anak.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed