invisible hit counter
Pintermezzo

Letusan Krakatau dan Lukisan The Scream

Indonesia merupakan negara dengan banyak gunung berapi berada di wilayahnya. Sepertiga dari gunung berapi yang meletus paling dahsyat di dunia berasal dari sini. Salah satunya letusan Krakatau. Gunung yang terletak di Selat Sunda.

Letusan Krakatau yang letak sebagiannya berada di dasar laut ini tidak pernah habis diperbincangkan orang dari masa ke masa. Padahal kejadiannya sudah lebih dari seratus tahun silam.

Letusan Krakatau yang Mengguncang Dunia

Letusan krakatau
image : tribunnews.com

Letusan Gunung Krakatau merupakan fenomena alam yang luar biasa.

Gunung yang sebelumnya dilaporkan memang sudah batuk-batuk selama beberapa bulan, atau terhitung sejak 20 Mei 1883 ini mengeluarkan isinya tanpa dapat dibendung.

Saat itu Indonesia masih di bawah penjajahan Belanda. Penduduk pribumi belum sepadat sekarang.

Bagi orang Belanda yang sudah tinggal beberapa lama di Indonesia, gunung yang batuk alias meletus dalam skala kecil merupakan hal yang biasa.

Mungkin kali pertama mengetahuinya, mereka takut dan panik. Namun, karena sering kali dan kecil saja, ketakutan dan kekhawatiran segera hilang.

Begitu pula dengan kisah letusan Krakatau. Meski sudah beberapa kali mengeluarkan ancaman pemerintah Belanda yang berkuasa nggak menghiraukan.

Hanya saja, beberapa hari sebelumnya, Kapten Feerzemen dari Angkatan Darat Belanda sempat melakukan pengamatan dan mengirimkan foto. Diyakini, hasil pengamatannya merupakan foto terakhir ketika Krakatau masih tegak meski asap sudah membumbung tinggi.

Krakatau meletus, 26 Agustus 1883. Letusannya mengeluarkan hujan batu dan tsunami yang menyapu seluruh pesisir Banten dan Lampung.

Getarannya yang berkekuatan 21.574 atom terasa sampai seluruh Pulau Sumatera. Bahkan, tsunami yang ditimbulkan sampai ke Afrika Selatan. Abu dari letusan sampai ke Eropa. Langit Eropa berwarna merah terang sejak November 1883 sampai Febuari 1884, menandakan api letusan Krakatau yang masih terlihat.

Sampai beberapa tahun setelahnya, seluruh dunia dilanda kegelapan. Hampir nggak ada musim kemarau. Sepanjang tahun hujah. Udara menjadi sangat dingin.

Lukisan Scream

image : republika.co.id

Lukisan Scream merupakan karya Seniman Norwegia bernama Edward Munch.

Edward adalah pelukis terkenal dan disebut-sebut sebagai pelopor ekspresionisme dan modern art. Lukisan-lukisan yang dihasilkannya menunjukkan kerativitas dan eksperesi yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari.

The Scream menjadi lukisan paling terkenal di National Gallery, Kota Oslo, Ibukota Norwegia.

Siapa saja yang datang ke museum mencari lukisan untuk melihat lukisan ternama tersebut.

Kamu juga kalau berkesempatan jalan-jalan ke Norwegia, jangan lupa untuk mampir ke sini ya?

The Scream dalam Bahasa Indonesia berarti teriakan yang menakutkan atau suasana mencekam. Hal tersebut diekspresikan oleh sosok dalam lukisan. Seseorang dengan ekspresi tertegun menghadap ke depan dengan latar belakang langit biru dan merah membara.

Lukisan yang dibuat tahun 1893 itu diyakini menggambarkan kondisi sekitar tahun dibuatnya.

Letusan Krakatau dan Lukisan The Scream

image : today.line.me & lukisanku.id

Nggak banyak yang tau, kisah dibalik The Scream. Orang mungkin banyak yang bertanya ketika melihat lukisan. Apa yang membuat sosok di dalamnya tertegun dan hubungannya dengan tajuk atau judul lukisan.

Ternyata, langit merah yang berada di latar belakang sosok dalam lukisan adalah penggambaran suasana langit Eropa beberapa tahun sebelumnya.

Duta Besar Norwegia untuk Indonesia menyebutkan bahwa lukisan terinspirasi dari langit Eropa yang membara saat Letusan Krakatau.

Kamu bisa bayangkan dong, panasnya langit yang merah membara! Itu di Eropa lho! Bagaimana dengan masyarakat Indonesia saat itu? Tapi panas mana ya lihat gebetan dengan orang lain. He he…

Nggak banyak literasi atau buku yang mengisahkan tentang kondisi terperinci mayarakat Indonesia. Penggambaran biasanya lebih kepada kedahsayatan letusan dan tsunami yang terdengar sampai jauh. Juga bagaimana iklim dunia berubah selama beberapa tahun.

Kembali ke tulisan kita yok!

Pendapat Duta Besar dibenarkan oleh Profesor dari Texas State University, Donald Olson.

Olson menegaskan bahwa lukisan bukan imajinasi. Langitnya menggambarkan suasana Eropa di akhir tahun 1883 dan awal 1884.

Edward Munch mendapatkan inspirasinya saat jalan-jalan di Ljabroachaussen Road (Mossevin Road, sekarang), di Kota Pesisir Christiama.

Lukisan Scream dalam Empat Versi

image : paragram.id

Edward Munch membuat lukisan sampai empat versi yang hampir mirip.

Versi pertama, tersimpan di National Gallery dan dua lagi di Munich Museum. Kedua tempat tersebut berada di Oslo, Norwegia. Semantara versi keempat yang diberi nama pastel 1895 suah dilalang tahun 2012.

Kalau dipikir-pikir dahsyat banget ya letusan Krakatau? Melihat lukisan The Scream, suasana mencekam yang ditimbukannya sangat terlihat. Terasa dari jauh bagaimana dampak letusan di dunia lain di balik langit yang merah.

Rafiah

Penulis dan penikmat musik indie. Menganggap menulis sebagai self healing.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed