invisible hit counter
Pintermezzo

Luar Angkasa Menghasilkan Suara Mirip di Bumi?

Luar angkasa sejak zaman dahulu menjadi hal yang sangat menarik dibahas oleh manusia. Berbagai spekulasi tentangnya terus berkembang, mulai dari bagaimana tata surya terbentuk, adakah kehidupan lain di sana, sampai hal yang nggak penting seperti bau ruang angkasa.

Akhirnya, setelah penelitian bertahun-tahun manusia berhasil sampai di luar angkasa. Yuri Gagarin dari Rusia (saat itu Uni Sovyet), pada tanggal 12 April 1961 menjadi manusia pertama yang terbang sampai ke sana.

Sesuatu yang nggak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan, sampai saat ini hanya segelintir orang yang sanggup ke dunia yang jauh dari bumi tersebut.

Sekitar 25 tahun kemudian, Amerika Serikat melalui badan antariksanya yang disebut NASA bahkan dapat membangun stasiun antariksa internasional atau International Space Station. Sebuah tempat yang ditinggali manusia selama beberapa saat untuk melakukan penyelidikan.

Nah, ketika manusia mulai dapat mengangkasa jauh melebihi jangkauan atmosfer bumi ini berbagai hal dapat dirasakan dan ditemui. Beberapa astronot merasa mendengar suara-suara yang mirip dengan di bumi.

Benarkah demikian?

Mendengar Suara Azan di Luar Angkasa

adzan di luar angkasa
image : wajibbaca.com

Sejak manusia akhirnya berhasil menjejakkan kakinya di bulan pertama kali, sudah banyak orang yang dikabarkan mendengar suara azan dari ketinggian tersebut.

Neil Amstrong, astronot pertama yang mendarat di bulan disebut-sebut sebagai orang yang mendengar suara azan di bulan. Namun, sampai saat ini tidak ada yang dapat membuktikan kebenarannya karena Neil Amstrong tidak pernah mengakui secara langsung.

Namun, dua tahun lalu, astronot Malaysia mendengar azan di luar angkasa. Astronot tersebut bernama Syeikh Mudzafar Sukhor. Mudzafar ke luar angkasa bersama Yuri Malenchenko (Rusia) dan Peggy Whitson (Amerika Serikat).

Mudzafar dan rekannya menaiki roket dan menetap beberapa lama untuk meneliti karakteristik sel-sel kanker hati dan leukemia, serta kristalisasi mikroba di tempat dengan gravitasi yang sangat rendah.

Mudzafar menjadi astronot pertama beragama Islam yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan lebaran di atas ketinggian di luar bumi.

Saat itulah, Mudzafar merasa mendengar suara azan yang sangat jelas dan keras. Kedua temannya tidak mendengar suara yang dia sebutkan.

Mudzafar mengisahkan ceritanya ketika diwawancara oleh Anadolu Agency (AA); sebuah agency berita internasional yang berkantor pusat di Ankara, Turki.

Suara Ketukan di Luar Angkasa

image : unsplash.com

Astronot pertama yang berasal dari Tiongkok, Young Liwei mengungkapkan pada china.org bahwa selama di luar angkasa pernah mendengar suara mirip suara ketukan di badan pesawat atau di ember logam. Hiii.. Siapa yang mengetuk, ya?

Suara yang didengar oleh Young Liwei bersama pesawat Shenzou 5 didengar pula oleh awak pesawat Shenzou 6 beberapa tahun kemudian.

Suara Musik Aneh di Luar Angkasa

image : freepik.com

Awak Apollo 10 yang menembus atmosfer bumi sekitar tahun 1969 menyebutkan bahwa mereka mendengar suara musik aneh atau mirip siulan di bulan. Itu terjadi saat awak berkeliling bulan selama 60 menit dan berada di titik terjauh bumi.

Hal ini baru diungkapkan beberapa tahun kemudian jelang pemutaran film serial NASAs Unexplain Files di televisi Amerika Serikat dalam Science Channel.

Michael Collins, awak Apollo 11 merasakan pengalaman yang sama.

Suara di Luar Angkasa Berasal dari Bumi ?

image : pixabay.com

Setelah para astronot mengalami berbagai kejadian aneh di bagian tata surya, mereka berusaha menelitinya. Apakan suara yang didengar dari luar angkasa berasal dari bumi?

Bagaimana kalau kamu yang mendengarnya? Mungkin kamu akan mengira makhluk halus ada dan mengikuti ke bulan? He he…

Penjelasannya adalah tidak mungkin. Peneliti ilmu fisika masih meyakini bahwa bunyi atau suara tidak dapat merambat atau melewati ruang hampa udara seperti di luar angkasa.

Penjelasan yang paling mungkin dikemukakan sendiri oleh Mudzafar yang mendengar kumandang azan. Dia merasa sedang dalam puncak ibadah dan merasa sangat dekat dengan Allah, Tuhannya. Itu menyebabkan dirinya merasa mendengar kumandang azan.

Sementara suara ketukan dan musik aneh kemungkinan disebabkan adanya gangguan radio akibat medan magnet atmosfer. Selain itu interferensi atau perpaduan antara gelombang radio di bulan yang biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan modul komando di Markas NASA, Houston, Amerika Serikat dianggap juga menjadi penyebab astronot mendengar suara di bulan.

Yang pasti, bukan suara alien juga, lho! Sampai saat ini belum ada ilmuwan yang meneliti dapat membuktikan adanya kehidupan lain di luar bumi.

So guys, pembahasan kali ini terasa berat nggak buat kamu? Mudah-mudahan nggak ya! Soalnya, dengan mengetahui luar angkasa dan seisinya tidak hanya menambah wawasan. Alam semesta menunjukkan betapa luar biasanya ilmu pengetahuan yang belum terjamahi oleh manusia.

Keren, kan?

Rafiah

Penulis dan penikmat musik indie. Menganggap menulis sebagai self healing.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed