invisible hit counter
Pintermezzo

Misteri Bau Ruang Angkasa

Di bumi, kamu sering mencium berbagai bau, dari mulai yang wangi sampai yang busuk. Pernah nggak terpikirkan, bagaimana bau ruang angkasa?

Yes, antariksa atau ruang angkasa masih menyimpan banyak misteri bagi manusia. Sampai saat ini masih banyak hal yang masih menjadi misteri. Apalagi kalau dipikirkan seluruh angkasa. Tata surya tempat manusia hidup yang disebut Galaksi Bima sakti saja masih belum sepenuhnya dikenal.

Para astronot dan peneliti ruang angkasa masih terus berusaha menemukan jawaban dari berbagai pertanyaan manusia tentang ruang angkasa. Termasuk soal baunya.

Aneh sebenarnya kalau dipikir-pikir. Buat apa sih pingin tau bau ruang angkasa. Hai, yakin aja deh.. Setiap ilmuwan meneliti sesuatu karena ada manfaatnya. Lagi pula kamu pasti pingin tau lah kalau sudah ditemukan, bagaimana baunya? Malah sebenernya dalam hati kecil, pingin kan punya kesempatan ke luar angkasa?

Bagaimana Bau Ruang Angkasa Dapat Tercium

bau ruang angkasa
image : pexels.com

Secara langsung, belum pernah ada yang mencium bau luar angkasa atau planet-planet di atas sana.

Hal tersebut disebabkan saat di luar angkasa dan keluar dari pesawat antariksa, manusia menggunakan penutup atau pelindung di sekujur tubuhnya. Termasuk, pakai helm di kepala.

Penutup tersebut mengandung Oksigen yang membantu pernapasan. Di luar angkasa kan tidak ada Oksigen.

Selain itu, baju dan helm berfungsi melindungi tubuh dari berbagai hal, seperti kontaminasi zat beracun yang mungkin saja ada di sana.

Lalu, bagaimana para astronot menyimpulkan bahwa ruang angkasa mempunyai bau?

Bau ruang angkasa dirasakan secara tidak langsung.

Saat astronot melakukan perjalanan ruang angkasa atau spacewalks yang jaraknya cukup jauh dari pesawat, bau tersebut menempel di pakaian dan helm pelindung. Ketika baju dan helm dibuka, terciumlah bau ruang angkasa yang menempel.

Seperti Apa Bau Ruang Angkasa?

image : pexels.com

Aroma yang tercium dari baju, agak susah didefinisikan. Bau pahit, berasap, logam panas, asap las, daging panggang, arang, bubuk mesiu, dan lain-lain menjadi satu.

Bau yang kalau dipikir-pikir mirip apa ayo? Mirip asap knalpot dan sate saat dibakar!

Hmmm… Buat kamu yang pingin banget tau bau ruang angkasa dan belum ke sana, cium saja dua hal itu! Bayangkan juga suasana ruang angkasa yang sering dilihat di televisi dan media lain.

Terasa di luar angkasa nggak ya?

He he… Bau satenya sih enak.. Tapi bau asap knalpot? Jadi nggak pingin tau ya?

Asal Bau Ruang Angkasa

image : pexels.com

Para ahli sudah meneliti bau ruang angkasa yang sering disebut oleh astronot. Contoh bau dari baju dan helm pelindung juga diteliti.

Hasilnya, bau berasal dari senyawa kimia yang disebut hidrokarbon aromatik. Sebuah senyawa kimia yang mengandung hidrogen dan karbon.

Senyawa tersebut diyakini merupakan asal terbentuknya planet-planet, bintang, dan semua hal yang ada di tata surya. Senyawa yang juga penyusun dasar makhluk hidup; manusia, hewan, maupun tumbuhan. Di dalam tubuh ketiganya pasti mengandung unsur hidrogen dan karbon.

Wajar kan kalau bau ruang angkasa sama dengan bau asap knalpot yang memang berasal dari bahan bakar minyak bumi? Karena minyak bumi berasal dari makhluk hidup laut yang disebut plankton yang telah mati jutaan tahun lalu.

Wajar pula bahwa bau ruang angkasa mirip dengan bau daging gosong atau sate? Daging gosong dan sate juga berasal dari makhluk hidup.

Lebih lanjut, Badan Antariksa Amerika Serikat NASA sudah melakukan penelitian mendasar. NASA menyimpulkan bahwa aroma jantung galaksi seperti asam amino (yang juga tersusun dari hidrogen dan karbon) dan awan debu di tengah Bima Sakti.

Bau yang didefinisikan lebih spesifik kemungkinan sebagai senyawa aromatik etil format. Senyawa yang menghasilkan bau dan rasa raspberry dan rum. Aroma yang sebenarnya jauh lebih enak dari bau steak atau daging panggang dan logam terbakar.

NASA sampai saat ini masih menciptakan aroma yang meniru bau ruang angkasa, seperti bau bulan, Mars, dan Merkurius.

Mereka masih menyelidiki komposisi yang tepat dari senyawa aromatik di sana.

Bayangkan kalau sudah diketahui! Akan ada tempat-tempat wisata yang bentuknya menyerupai permukaan Bulan, Mars, Merkurius, dan lain-lain. Ditambah bau yang tepat, sensasinya terasa beneran. Bukan sekadar seperti mencium bau sate panggang sambil membayangkan Bulan.

Kapan ya bisa terwujud?

Nayla Firdaus

Penulis dan blogger. Ibu dari 2 orang putra. Menyukai dunia kepenulisan baik fiksi maupun non fiksi.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed