invisible hit counter
Pintermezzo

Oh, Ini Sebabnya Ngasih Sein ke Kanan Malah Belok ke Kiri

Kamu pengendara motor, pernah terkecoh dengan lampu sein yang menyala? Sein ke kanan malah belok ke kiri, dan sebaliknya.

Kalau kamu kebetulan berada di belakang pengendara yang seperti itu, kesel nggak sih? Mau nyalip kanan khawatir nabrak karena tiba-tiba dia belok kanan. Mau nyalip dari kiri, kok ragu-ragu ya?

Hi hi… Masalah sein yang menyala dan berbeda arah ini identik dengan pengendara motor perempuan, khususnya emak-emak. Bener nggak sih?

Sein ke Kanan Malah Belok ke Kiri Terjadi karena Salah Pemahaman

sein ke kanan belok ke kiri
image : unsplash.com

Netizen, sebutan bagi pengguna internet yang aktif di media sosial sering kali membahas sein ini. Kata mereka, sudah salah, emak-emak ini yang marah pula. Be te kan jadinya!

Ternyata, penyebab pertama soal lampu sein ini karena salah pemahaman. Beberapa orang menganggap sein motor yang menyala di sebelah kanan memberi tanda kepada pengendara di belakangnya, silakan menyalip dari sebelah kanan. Mereka akan berbelok kiri.

Pemahaman yang salah banget kan? Sein sebelah kanan menandakan mereka akan berbelok kanan dan silakan pengendara lain menyalip dari sebelah kiri, begitu pula sebaliknya.

Nah, seharusnya setiap pengendara bermotor sudah mempunyai pemahaman yang sama di Indonesia. Ini perlunya tes saat seseorang memperoleh surat ijin mengemudi. SIM yang diperoleh sangat mudah di Indonesia. Bahkan, ujian tertulisnya saja kadang tidak perlu dikerjakan.

Sein ke Kanan Malah Belok Kiri karena Kesulitan Membedakan Arah

image : unsplash.com

Penyebab kedua dan banyak terjadi ternyata bahwa beberapa orang mengalami kesulitan membedakan arah. Mereka bingung saat akan membelok dan menyalakan lampu sein.

Kesulitan membedakan arah kebanyakan dipengaruhi oleh keadaan lingkungan yang bising. Ini sudah diteliti dan oleh I Gromley, John Mc Finley, Martin Dempster, dan Gerard yang melakukan percobaan pada 234 orang yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok yang diberi ketenangan, kelompok yang diberi kebisingan, kelompok yang diberi tes kognitif, dan kelompok yang diberi kebisingan plus tes kognitif.

Hasil penelitian di atas membuktikan bahwa proses kemampuan seseorang menggabungkan saraf sensorik dengan informasi visual, bahasa, dan memori sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Saat suasana lingkungan bising dan gaduh seseorang akan kehilangan fokus.

Salah fokus dapat terjadi di jalan raya karena kebisingan maksimal. Akibatnya, sein ke kanan malah belok kiri.

Salah Menyalakan Sein Kebanyakan Dilakukan Perempuan?

image : unsplash.com

Tahukah kamu, meski kebanyakan hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perempuan yang mengalami kebingungan arah, data Krops Lalu Lintas Polri (Korlantas) berkata sebaliknya. Kecelakaan akibat kesalahapahaman arah atau sein ke kanan malah belok kiri terbanyak dilakukan oleh kaum muda dengan usia 15 sampai 19 tahun, diikuti usia 20 sampai 24 tahun, dan 25 sampai 29 tahun.

Dari data Korantas juga menunjukkan bahwa kebanyakan kecelakaan justru dialami pria. Mungkin ini dikarenakan pria lebih banyak menggunakan kendaraan bermotor dan menggunakannya dengan kecepatan tinggi. Berarti bukan salah emak-emak bukan?

Bagaimana Agar Tidak Terjadi Kesalahpahaman Arah Lagi?

image : unsplash.com

Sebenarnya tugas kamu dan kita semua sebagai pengendara di jalan untuk menjaga agar kesalahpahaman arah dan lampu sein dikurangi.

Pertama, mulai dari diri sendiri dong tentunya. Pelajari baik-baik semua aturan lalu lintas meski kamu sudah mempunyai SIM.

Ini merupakan langkah yang tepat. Apalagi kamu masih muda. Kamu harus menunjukkan sikap bahwa anak muda bisa lho jadi pengendara dan pengguna jalan yang baik.

Kedua, jika kamu ketemu dengan seseorang yang salah menyalakan lampu, sein ke kanan malah belok kiri, terutama emak-emak tegurlah baik-baik. Bisa jadi mereka lupa.

Anggaplah orang tersebut ibu kamu yang harus dijaga dengan sepenuh hati. Jika terjadi kecelakaan, tentu keluarganya akan sedih.

Satu lagi, menurut instruktur Safety Riding PT Astra International Tbk Honda, Irfandy Ahmad, sein harus menyala 30 detik sebelum kamu berbelok.

Sementara menurut Departement of Motor Vehicle State of California and Road Safety tahun 2012, sein harus menyala 3 meter sebelum berbelok. Ini dilakukan untuk memberi kesempatan pada pengendara di belakang mengatur kecepatan dan arah.

So, jangan selalu menyalahkan emak-emak yang menyalakan arah sein ke kanan malah belok kiri pada motor ya? Kita semua bertanggung jawab akan keselamatan setiap pengguna jalan raya.

Rafiah

Penulis dan penikmat musik indie. Menganggap menulis sebagai self healing.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed