invisible hit counter
Pintermezzo

Orang Indonesia Hobi Ngaret?

Hobi ngaret katanya budaya orang Indonesia. Budaya yang kalau dipikir-pikir bukan hal yang bisa dibanggakan. Apalagi banyak masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri katanya membuktikan hal tersebut.

Pernah kamu nunggu teman yang hobi ngaret? Atau kamu sendiri yang sering bersikap demikian? Ditelepon ngaku sudah otewe, berarti sudah di jalan. Padahal di rumah baru bangun tidur.

Hiks, kebiasaan yang nggak boleh dilanjutkan lho! Bayangin aja kalau kamu yang di posisi menunggu. Bete nggak sih kalau teman telatnya keterlaluan, sampai satu jam?

Itu kamu artinya nggak menghargai orang lain. Orang yang datang lebih awal bukan karena dia nggak punya pekerjaan. Nah, kalau kamu terlambat sampai satu jam mungkin banyak hal lain yang bisa dia selesaikan sebelum ketemuan.

Namun, bener nggak sih hanya orang Indonesia yang hobi ngaret? Coba deh simak kebiasaan masyarakat negara lain saat janji ketemuan. Siapa tau nanti kamu punya janji dengan teman dari negara-negara tersebut.

Hobi Ngaret Orang Rusia

image : freepik

Orang Rusia termasuk menghargai waktu, khusunya untuk pertemuan yang sifatnya formal, seperti rapat bisnis. Kalau kamu terlambat datang rapat dengan orang Rusia, kamu akan dianggap tidak sopan.

Eits.. Tunggu dulu! Ternyata on time-nya orang Rusia hanya saat tertentu saja. Untuk urusan santai atau sekadar janji dengan teman mereka sangat mentolerir keterlambatan.

Jadi, kalau kamu punya teman orang Rusia dan janji ketemuan dengan mereka harap sabar ya!

Orang Jepang yang On Time

image : freepik

Masyarakat Jepang terkenal sangat tepat waktu. Lihat saja gambaran di film-film mereka. Kesibukan ditandai dengan orang yang lalu lalang dengan tergesa-gesa. Mereka semua tidak mau datang terlambat satu menit pun datang ke tempat tujuan.

Kamu tahu, Perusahaan Perkereta Apian di Jepang pernah meminta maaf kepada masyarakat umum dan seluruh penumpangnya karena keterlambatan selama 20 detik. Bayangkan saja, apa yang terjadi dengan penumpang saat itu. Hampir semua ikut terlambat menuju tempatnya masing-masing.

Beda banget ya dengan jadwal kereta di Indonesia? Apalagi kereta jurusan Jabodetabek.

Orang Jerman Lebih On Time

image : freepik

Ternyata perkiraan kamu selama ini yang menganggap masyarakat Jepang paling tepat waktu salah. Orang Jerman-lah yang paling nggak punya hobi ngaret.

Kalau kamu punya janji temu dengan orang Jerman, datanglah minimal 10 menit sebelum pertemuan dimulai. Kalau nggak, kamu akan ketinggalan rapat. Saat janji temu untuk pergi bersama, kamu pasti sudah ditinggal.

Jadi, ingat ya! Jangan pernah meremehkan waktu dengan Orang Jerman.

Hobi Ngaret Orang India

image : freepik

Orang India ternyata juga terkenal sering terlambat. Meski demikian, masyarakat di sana sangat mengapresiasi orang yang selalu memenuhi janji dengan tepat.

Itu pertanda bahwa masyarakat di sana memahami bahwa kebiasaan mereka salah dan akan berusaha untuk mengubah diri.

Hobi Ngaret Orang Malaysia Sama dengan Indonesia

image : freepik

Entah kenapa, diakui atau tidak masyarakat Malaysia memiliki kebudayaan dan kebiasaan yang sangat mirip dengan Indonesia. Mungkin karena disebut sebagai saudara serumpun ya? He-he…

Bikin janji dengan orang Malaysia sama dengan di sini. Acara apapun tidak ada pengecualian. Rapat atau janji lain bisa molor sampai satu jam.

Orang Korea Sangat Tepat Waktu

image : freepik

Masyarakat Korea sama dengan Jepang. Mereka sangat menghargai waktu, meski tidak seperti Orang Jerman.

Orang Korea sangat menghargai dan menjunjung tinggi kehormatan. Bagi mereka datang terlambat merupakan perbuatan memalukan.

So, kalau kamu yang datang ke pertemuan mereka menunjukkan dua hal. Kamu tidak mempunyai kehormatan diri dan tidak menghormati temanmu.

Janjian dengan Orang Brazil

image : freepik

Masyarakat Brazil tergolong unik. Mereka selalu berjanji dengan mengucapkan kata “English Time” jika mau tepat waktu.

Kamu yang hobi ngaret bisa melakukan sebaliknya. Tidak perlu berjanji dengan kata tersebut. Terlambat satu jam tidak akan dipermasalahkan.

Selain masyarakat negara-negara di atas, hampir semua masyarakat mentolerir hobi ngaret. Termasuk di antaranya orang Amerika Serikat, Meksiko, China, Nigeria, Arab Saudi, dan Ghana. Meskipun demikian toleransi atas keterlambatan yang diberikan berbeda-beda di setiap tempat, mulai dari 10 menit sampai satu jam.

Guys, apa kesimpulan kamu? Benarkah orang Indonesia hobi ngaret?

Meski jawabannya mungkin iya, kamu tidak perlu mengikuti kebiasaan buruk bukan? Bagaimana pun orang akan lebih menghargai yang datang tepat waktu. Kalau kamu tidak percaya, coba saja buktikan!

Nani Herawati

Owner sebuah bimbingan belajar, penulis dan ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah menulis beberapa buku pelajaran sekolah dan buku antologi. Saat ini aktif sebagai ghostwriter di beberapa media online dan lebih meminati dunia pendidikan anak.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed