invisible hit counter
Pintermezzo

Seekor Tikus Aja Ngga Melakukan Kesalahan yang Sama

Kamu bingung ngga sih baca judul di atas? Judul di atas itu kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan di Amerika sana. Ih.. Iseng banget ya meneliti tingkah laku tikus?

Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan di Departemen Neurosains Universitas Minnesota, Amerika Serikat. Itu lho, jurusan perkuliahan yang mempelajari tentang otak manusia.

Penelitian Tingkah Laku Tikus

Kali ini para ilmuwan ingin mengetahui tingkah laku tikus karena selama ini belum ada binatang yang dianggap mempunyai emosi yang sama dengan manusia. Tikus dipilih karena memiliki kesamaan dari berbagai hal, seperti alat pernapasan, alat pencernaan, dan lain-lain. Jadi, ada kemungkinan kan otak tikus juga mirip dengan manusia? Apalagi selama ini, tikus memang sudah sering dijadikan hewan percobaan dalam laboratorium ilmu pengetahuan alam.

Penelitian berlangsung dalam 2 tahap agar hasilnya lebih meyakinkan. Namun, inti dari percobaan yang disebut dengan Restaurant Row atau Antrian di Restaurant itu sama.

Tikus dikondisikan  dalam keadaan tertentu. Kemudian, dibuatlah jalan yang dibagi menjadi 4 dan setiap jalan saling terhubung. Di setiap ujung jalan diberi pilihan makanan dengan 4 rasa; cherry, cokelat, pisang, dan makanan tanpa rasa. Tentu saja karena namanya antrian, tikus yang digunakan tidak hanya satu ekor dong! Ada beberapa tikus yang jika dibariskan akan membentuk antrian.

Di sini letak keunikan dari tingkah laku tikus. Mereka dengan bekal penciumannya lebih tertarik dengan makanan yang mempunyai rasa. Hanya sedikit tikus yang antri di sajian tanpa rasa. Akibatnya, di antrian sajian rasa cherry, pisang, dan cokelat sangat panjang sesuai dengan selera masing-masing.

Apa yang kamu lakukan saat antrian panjang dan melihat antrian di sebelah lebih pendek? Tergoda untuk pindah, bukan? Tikus juga demikian. Beberapa di antaranya berpindah antrian dengan harapan segera memperoleh makanan.

Apa yang terjadi? Ternyata ketika mereka mendapatkan makanan tanpa rasa yang pastinya nggak enak, mereka menyesal.

Para ilmuwan menandai penyesalan tikus dengan caranya menoleh ke belakang sementara tubuh tetap mengarah ke depan.

Ketika percobaan diulang, tikus yang sudah merasakan hal di atas ngga mau berpindah antrian lagi.

Demikian hasil penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Nature Neuroscience, sebuah jurnal yang berisi tentang beberapa penelitian tentang tingkah laku dan emosi manusia.

Penyesalan, sebagai sebuah kesadaran telah melakukan kesalahan tampak pada bagian otak depan tikus. Bagian otak yang sama pada manusia ketika menyesal.Penyesalan Sebagai Langkah untuk Lebih Baik

Penyesalan Sebagai Langkah untuk Lebih Baik

Guys, apa yang sudah kamu perhatikan dari penelitian di atas? Yup, tikus bisa menyesal. Ketika mereka dihadapkan pada kondisi yang sama, kesalahan tidak terulang lagi. Bagaimana dengan kamu?

Seekor tikus aja nggak akan melakukan kesalahan yang sama, kau pastinya juga nggak akan juga bukan?

Namun, bukan berarti kamu lantas tidak berani melakukan apa pun. Kamu tidak akan tahu mana langkah yang salah dan benar jika belum pernah mencobanya.

Seharusnya, bagi generasi digital seperti kamu penyesalan berarti dua hal. Menyesal karena telah melakukan hal yang salah dan menyesal karena tidak melakukan apa pun.

Setiap langkah yang kamu ambil pasti ada resikonya. So, jadikan setiap hari sebagai langkah untuk lebih baik. Ketika melakukan kesalahan, intropeksi dan lakukan sesuatu dengan lebih baik.

Niscaya dengan demikian kamu akan terus berprestasi.

Seperti halnya main games, kamu tidak akan tahu langkah yang benar kalau belum mencoba bukan? Ketika games yang kamu mainkan diulang-ulang, maka kamu tidak akan melakukan hal sama. Kamu jadi semakin ahli.

Anita Majid

Makan di tengah malam jauh lebih sehat dibanding makan di tengah jalan.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed