invisible hit counter
Pintermezzo

Tidur Saat Puasa Bukan Tanda Malas

Tidur saat puasa bukan tanda malas – Saat bulan Ramadan memang pola tidur umat Islam sedikit berubah. Tidur di malam hari terpangkas oleh aktivitas sahur dan ibadah lainnya. Begitu pula dengan pola makan.

Berubahnya pola makan dan pola tidur, membuat kamu terkadang ngantuk di saat beraktivitas di siang hari. Wajar nggak sih? Atau pertanda malas? Bukankah tidur saat puasa merupakan ibadah?

Wah, sebenarnya ada segudang pertanyaan tentang tidur di saat puasa. Penjelasan di bawah ini mungkin dapat membantu sedikit.

Tidur Saat Puasa Ternyata Bermanfaat

tidur saat puasa
image : freepik.com

Banyak dokter dan ahli kesehatan menjelaskan tentang fenomena tidur saat puasa. Salah satunya adalah Dokter Andreas Prasadja, RPSGT dari Snoring dan Sleep Disorder Clinik. Klinik yang khusus menangani masalah tidur. Ada-ada aja ya?

Menurut Dokter Andreas, tidur banyak manfaatnya.

Saat tidur, tubuh kamu menjadi lebih hangat dari saat terjaga. Nah, ketika tidur inilah otak 70% lebih aktif. Otak memerintahkan sel tubuh untuk melakukan perbaikan di sistem yang rusak. Stabilitas sistem pembuluh darah dan jantung kembali normal.

Manfaat tidur tersebut tidak dapat digantikan oleh aktivitas lain atau obat apapun. Apalagi vitamin yang fungsinya memang hanya memberi asupan kebutuhan tubuh akan zat gizi.

Oleh karena itu guys, kamu harus tidur cukup. Bahkan, tidur siang selama 20 sampai 30 menit sangat dianjurkan agar tubuh yang lelah setelah aktivitas seharian fit kembali.

Tubuh kamu memerlukan tidur yang cukup antara 7 sampai 8 jam sehari.

Apa yang Terjadi Jika Kamu Kurang Tidur?

image : freepik.com

Di atas telah disebutkan bahwa saat Bulan Ramadan pola tidur kamu cenderung berubah. Kamu dapat tidur saat selesai shalat Isya dan tarawih dan bangun lagi sebelum shubuh untuk sahur.

Bagi ibu rumah tangga, aktivitas bangun sahur lebih awal dari anggota keluarga lain, minimal setengah jam sebelumnya. Ibu harus menyiapkan makanan untuk sahur.

Kalau nggak terpaksa, kamu nggak suka kan mengonsumsi makanan yang sudah dingin?

Di 10 hari terakhir Bulan Ramadan, beberapa umat muslim melakukan itikaf sepanjang malam.

Dengan kondisi seperti itu, wajar jika kamu ngantuk di siang hari. Tubuh memerlukan pengganti waktu tidurnya yang berkurang.

Kamu memerlukan tidur meski tidak dapat menggantikan keseluruhan waktu yang berkurang.

Kamu yang begadang dan kurang tidur, maka di siang hari kinerja otak akan menurun, tekanan darah meningkat, gula darah ikut naik, metabolisme tubuh terganggu, dan lain-lain. Produktivitas atau waktu kamu melakukan kegiatan menurun karena jam biologis atau tubuh kamu meminta untuk istirahat. Saat itu, konsentrasi, kewaspadaan, dan reflek akan berkurang.

Sebaiknya kamu tidak berkendaraan saat ngantuk. Efek ngantuk disinyalir lebih parah dibandingkan minum alkohol.

Tidur Saat Puasa Ibadah?

image : freepik.com

So, menurut penjelasan di atas, kamu boleh lho tidur saat puasa. Bukan pertanda malas.

Eits, tunggu dulu! Ini bukan berarti kamu boleh tidur seharian dari selesai sahur sampai jelang berbuka lho! Kalau kamu seperti itu, pasti deh bangun tidur tubuh akan lemas tidak bertenaga.

Aktivitas otak saat tidur yang lebih aktif daripada saat terjaga menguras semua energi kamu. Akibatnya akan buruk bagi kesehatan.

Terus, kamu bilang, menurut Islam tidurnya orang berpuasa adalah ibadah. Jadi, nggak apa dong tidur dari pagi sampai sore?

Wah, apakah ibadah jika kamu meninggalkan semua kewajiban saat tidur? Shalat, bahkan kegiatan mencari nafkah dan belajar juga ibadah kok?

Kalau setiap satu kegiatan dianggap mendapat 1 pahala, maka kamu akan merugi. Tidur satu pahala, sementara shalat 5 kali berarti 5 pahala. Belum lagi belajar, mencari nafkah, atau kewajiban lain. Maka nilai pahala kamu dikurangi 5, dikurangi lagi, dan dikurangi lagi.

Hi hi.. Nggak bermaksud menghakimi kamu yang suka banget tidur saat puasa lho!

Ilustrasi di atas hanya pingin kamu berpikir lebih panjang aja tentang aktivitas tidur.

Di dunia ini segala yang berlebihan juga tidak akan baik, termasuk tidur. Bukankah batasan normal tidur hanya 7 sampai 8 jam sehari?

Bayangkan, kalau semua orang beranggapan tidur ketika puasa adalah ibadah dan melakukannya dari pagi hingga sore! Kamu tidak bisa ke mana-mana karena tidak ada transportasi. Petani dan nelayan juga ikut tidur. Siapa ya yang menghasilkan makanan?

So, tidur saat puasa memang bukan pertanda malas asalkan tidak meninggalkan tugas dan kewajibanmu yang lain.

Nayla Firdaus

Penulis dan blogger. Ibu dari 2 orang putra. Menyukai dunia kepenulisan baik fiksi maupun non fiksi.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed