invisible hit counter
Pintermezzo

Uang Batu di Pulau Yap Segede Gaban, Bisa Masuk Dompetmu Nggak ya?

Sebelum ada uang kayak sekarang, masyarakat di dunia menggunakan barang dengan barang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketika kebutuhan berkembang, mata uang baru mulai digunakan. Itu pun tetap belum seperti sekarang. Uang batu dan uang logam menjadi mata uang yang pertama kali digunakan.

Tentu saja sekarang udah nggak ada lagi orang menggunakan uang batu. Sebagian besar negara-negara di dunia menggunakan uang dari kertas dan logam. Itu pun sekarang mulai dikalahkan oleh uang digital. Sejumlah uang untuk melakukan berbagai transaksi dari satu kartu.

Hmmm.. Kamu nggak boleh menarik kesimpulan dulu tentang uang yang terbuat dari batu kalau belum baca yang satu ni.

Pulau Yap di Micronesia

pulau yap di mikronesia
image : detik.com

Dunia tempat tinggal manusia sering disebut sudah sempit karena pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi.

Padahal sesungguhnya, itu bukan terjadi di dunia. Hanya negara-negara tertentu saja yang sempit.

Banyak negara lain yang sepi karena pertumbuhan penduduknya di bawah 1%.

Di sana kamu akan jarang menemukan anak usia balita.

Stop! Ngelantur deh!

Micronesia merupakan salah satu negara kecil di dunia. Nggak semua peta akan menampakkan negara ini.

Penduduknya yang sedikit mungkin itu menyebabkan negara kepulauan ini kurang dikenal.

Nah, di sana ada yang namanya Pulau Yap. Pulau terkecil di dunia.

Terbayang dong bagaimana kehidupan di pulau tersebut?

Ya, suku di sana masih mempertahankan gaya hidup tradisional alias lama.

Salah satunya adalah dengan menggunakan uang batu.

Asal Usul Uang Batu di Pulau Yap

uang batu di pulau yap
image : tribunnews.com

Penduduk di Pulau Yap memang cukup unik.

Negara Micronesia menggunakan dollar Amerika Serikat sebagai mata uang resminya. Namun, penduduk Yap tidak mau dollar dipakai dalam semua transaksi mereka.

Di antara sesama penduduk, uang batu lebih banyak digunakan.

Dr Scout Fitopatric, Associate Profeor of Antropolog Universitas Oregon menyatakan tidak diketahui secara pasti kapan uang dari batu ini mulai digunakan.

Namun, di masyarakat Yap diyakini bahwa ini berasal dari seorang Navigator atau penunjuk arah yang datang ke Pulau Yap, ratusan tahun lalu.

Sang Navigator menemukan bahwa di Pulau Yap dipenuhi batu gamping yang cukup berharga. Kemudian dia mengukir batu-batu seperti ikan.

Namun, ketika suatu malam Navigator melihat bulan, dia terinspirasi untuk membuat batu gamping berukuran besar dengan bentuk bulat.

Akhirnya dibuatlah berbagai ukuran batu gamping dengan bentuk cakram, terdapat lubang di tengah.

Lubang di tengah batu digunakan untuk meletakkan kayu atau bamboo guna mengangkut uang dari batu gamping.

Uang Batu di Yap

image : micronesiatour.blogspot.com

Kisah di atas diyakini penduduk Yap tentang asal usul uang mereka.

Cakram uang berdiameter 30 cm sampai 3,5 meter. Semakin besar bentuk uang batu maka nilainya semakin besar.

Huh.. Kamu mau mengoleksi uang batu dari Yap? Rasanya nggak mungkin deh!

Bentuknya yang besar dan sangat berat membuat uang nggak bisa berpindah-pindah tempat!

Kamu nggak akan bisa memasukkannya dalam dompet untuk berbelanja.

Di Pulau Yap juga demikian. Jarang sekali uang batu dipindahkan dari tempatnya. Meski pemiliknya sudah berubah, uang batu tetap berada di tempatnya.

Dengan bentuknya yang besar, nggak ada seorang pun yang berani mencuri.

Lagian nggak bisa kan? Sudah cape-cape dan berat, resiko ketahuannya sangat besar. Uang ini dapat dengan mudah terlihat jika dipindahkan.

Fungsi Uang Batu

image : pinterest.com

Telah disebutkan di atas, bahwa masyarakat Micronesia secara umum menggunakan uang dolar.

Di Pulau Yap transaksi sehari-hari sudah mulai menggunakan dolar.

Uang batu awalnya digunakan sebagai hadiah saja.

Namun, sekarang uang ini mirip dengan posisi emas di Indonesia. Merupakan investasi yang dapat digunakan dalam kondisi tertentu. Misalnya, sebagai mahar pernikahan atau dijual ketika kondisi darurat.

Kalau dipikir, lucu juga ya? Ada uang berukuran besar yang terbuat drai batu.

Orang berbondong-bondong ingin lebih mudah dan praktis dengan tidak membawa uang kemana-mana sebagai transaksi, eh di sana.. Malah ada uang dari batu.

Pastinya, sesuai judul artikel kali ini, uang batu nggak akan bisa kamu masukkan dompet. Terlalu besar dan nggak mungkin kamu lipat.

Perlu lebih dari satu orang untuk mengangkat uang yang nilainya paling besar.

Kalau kamu ke Pulau Yap mending kamu foto dengan uang yap dibandingkan dengan membeli dan memilikinya. Lagian untuk apa? Kamu nggak akan bisa menggunakannya.

Rafiah

Penulis dan penikmat musik indie. Menganggap menulis sebagai self healing.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed